Minggu, 06 November 2011

Habib Muhammad Al Maliki Sebut Abah Sulthon Aulia Pada Masanya

Attached Image



Berkata Habibunal Mahbub al Habib Munzir Bin Fuad al Musawa Thoriqoh sangat banyak dimuka bumi saat ini, dan sulthon Auliya hanya satu saja, jika Wali ini wafat akan digantikan Wali lainnya, mereka adalah Khalifah batiniyah pada ummat ini, sebagai pengganti para khulafa'urrasyidin, dialah hamba Allah yang paling taqwa dan ibadahnya paling ikhlas dizamannya...

Antara Manaqib Syeikh Abdul Qodir Jaelani Qs. dan Abah Anom ada kesamaan. Abah Anom dikenal sebagai Ulama Ahli Fiqih yang Wudhunya tiada pernah terputus begitupun dengan lisannya selalu basah dengan zikir kepada Allah dan tidak pernah tidur kecuali dalam keadaan duduk dan begitupun bagi para tamu yang ingin jumpa Abah saat mau masuk madrasah pun terdapat tulisan Di LARANG MEROKOK.

Suatu malam Ilham bermimpi melihat wujud Abah Anom adalah wujud Syeikh Abdul Qodir Jaelani Qs. shulthon Aulia pada masanya. di malam yang lain Ilham bermimpi seluruh wali dari timur hingga barat kumpul di suatu padang yang luas dan terdapat sebuah Panggung besar dan kokoh. di Antara seluruh Wali yang hadir hanya satu Wali yang memakai mahkota Raja kemudian beliau langsung naik ke Panggung ternyata yang pakai Mahkota itu adalah Sayyidi Syaikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin ( Abah Anom, Suryalaya Tasikmalaya ) beliau teriak mengucapkan kalimah Allahu Akbar الله أَكْبَر ... الله أَكْبَر ... الله أَكْبَر Subhanallah..

Syeikh Ali Al Hiti meriwayatkan bahwa Sulthon Aulia Syeikh Sayyid Abu Wafa Tajul Arifin berkata kepada Pendiri Thoriqoh Qodiriyyah Syeikh Abdul Qodir Jaelani saat masih dalam menimba ilmu, "Abdul Qodir, masa sekarang milik kami dan kelak akan jadi milikmu. Aku serahkan kepadamu Iraq. Semua Ayam akan berkokok dan berhenti kecuali kokokan kokokan Ayammu yang tidak akan berhenti hingga hari Kiamat.

Pendiri Thoriqoh Naqsyabandi Syekh Bahauddin Naqsyabandi menyatakan “Akhir seluruh Thoriqoh adalah awal dari Thoriqoh ini yaitu Thoriqoh Naqsyabandi”

Manaqib Guru Agung Al Alimul Allamah Al Arif Billah Sayyidi Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin ( Abah Anom ) waktu lahirnya luar biasa di kisahkan ada seorang Wakil dari Abah Sepuh yaitu Al Arifbillah KH. Abu Bakar Faqih telah menerima surat langsung dari Nabi Khidir As. tuk diberikan kepada ayahnya Abah Anom yaitu Syeikh Abdullah Mubarok ( Abah Sepuh ) ini nama khusus buat Abah Anom ada 2 pilihan Shohibul Wafa atau Tajul Arifin... maka dipilih oleh Abah Sepuh kedua-duanya menjadi Shohibul Wafa Tajul Arifin dan diceritakan hingga saat ini surat itu masih terjaga...

Tidak sedikit Pengakuan dari para Ulama Sufi pada Tahun 2001 mereka mengakuinya, Abah Anom sebagai Rajanya Para Aulia Allah dimasanya, Wali yg Paripurna bertugas memimpin para wali diseluruh alam. Jumlahnya tiap masa hanya 1 orang saja, bila ia wafat ia akan digantikan oleh wali Aimmah. Menjelang kunjungan syeikh Nazim al Haqqani Annaqsbandi bersama Syeikh Hisyam Kabbani dari Amerika ke Suryalaya TAHUN 2001 telah tersiar kabar dari para Ulama Sufi maqam Abah Anom adalah al-Quthubul Ghauts al-Fard al-Jami’...
Suatu ketika di TAHUN 2002 Abah Anom ditanya oleh seorang wakil Talqin cara salam yang baik kepada Abah Anom... jawaban Abah ini salamnya :

السَّلَامُ عَلَيْكَ – Salam untukmu

يَا مَالِكَ الزَّمَانِ wahai RAJA ZAMAN
,وَ يَا إِمَامَ الْمَكَانِ pemimpin wilayah
,وَ يَا قَائِمَ بِأَمْرِ الرَّحْمَانِ penegak ketentuan ar-Rahman
,وَ يَا وَارِثَ الْكِتَابِ pewaris kitab
,وَ يَا نَائِبَ الرَّسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ wakil Rasulullah s.a.w.
,يَا مَنْ مِنَ السَّمَاءِ وَ الْأَرْضِ عَائِدَتُهُ yang selalu pergi pulang antara bumi dan langit
,يَا مَنْ أَهْلَ وَقْتِهِ كُلُّهُمْ عَائِلَتُهُ yang orang-orang sezamannya adalah keluarganya
,يَا مَنْ يُنَـزَّلُ الْغَيْثُ بِدَعْوَتِهِ yang diturunkan pertolongan karena doanya
,وَ يُدَرُّ الضَّرْعُ بِبَرَكَتِهِ – yang dikucurkan limpahan susu karena keberkahannya
وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ – الْفَاتِحَةُ beserta rahmat Allah dan keberkahanNya, al-Fatihah…

Pernyataan yg dikeluarkan Abah Anom ini menunjukkan bahwa Pada TAHUN 2002 Abah Anom adalah مَالِكَ الزَّمَانِ ( RAJA ZAMAN ), Sulthonul Awlia dimasanya bahkan semasa hidupnya dengan 4 orang Wali Mursyid yg Masyhur yaitu :

1). Imam Besar Ahlusunnah al Arif Billah Al Habib Muhammad al Maliki al Hasni al Husaini as Syadzili. { wafat pada hari jumat tanggal 15 Ramadlan sekitar jam 6 pagi waktu Makkah } wafatnya pada TAHUN 1425 H ( 2004 M ).Kisah ini diambil dari majalah nuqthoh terbitan yang no 9 tanggal 26 januari 2010 M, hal 32 dengan judul “Mengenal Abah Anom melalui pandangan batinnya”


KH. Dodi Firmansyah ditanya oleh almarhum Sayyid Muhammad Al-Maliki Al-Hasani Ra pada saat 40 hari menjelang wafatnya. Kiyai muda asal Garut tersebut terperanjat saat al-‘alamah tersebut tiba2 menanyakan sosok guru yang telah menanamkan kalimat agung dilubuk hatinya. Lebih terkejut lagi saat Ulama tersebut “tercekat” sewaktu disebutkan nama Syekh Ahmad Shohibul wafa Tajul ‘Arifin. Secara sepontan Al Imam al Alim al Alamah al Arif Billah Muhadits al Musnid al Mufasir Qutb al Haramain Syeikh Muhammad al Maliki al Hasni al Husaini as Syadzili Mekah menyebutkan bahwa Syekh ahmad Shohibul wafa Tajul ‘Arifin adalah Sulthonul Awliya fi hadza zaman ( RAJANYA PARA WALI ZAMAN SEKARANG ) bahkan beliaupun menyebutkan QODDASALLAHU SIRROHU bukan rodliyallohu ‘anhu seperti yang kebanyakan disebutkan oleh para ikhwan. Walaupun secara dhohir Syekh Muhammad Alawy Al-Maliki belum bertemu dengan pangersa Abah namun keduanya telah mengenal di alam ruhani yang tak dibatasi ruang dan waktu.


Sekilas profil KH.Dodi Firmansyah Usianya masih muda kelahiran garut tahun 1978. Sejak usia SMP ia dikenal ahli hikmah sedangkan ketertarikan dalam dunia tasawwuf ia ke Pondok Pesanttren Suryalaya sejak dimulai kelas 4 SD . Kiayi ini pernah di didik langsung oleh almarhum Al-Alamah Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki ra di mekkah selama 6 tahun. Pulang mesantren dari mekkah pada tahun 2006, kiyai ini menikah dengan Hj.Siti Fatimah putri seorang pengusaha asal Tasikmalaya dan dikaruniai putra yang diberinama M.Lutfi L. Makki.


Pendapat KH.Dodi tentang sosok Pangersa Abah Anom : Saya tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata. Cukuplah 2 pendapat Ulama kelas dunia yang mengomentarinya. Pertama ungkapan dari guru saya sendiri di mekkah, yaitu Sayyid Muhammad bin Alawy bin Abbas Al-Maliki Al-Hasani ra. Beliau sendiri yang mengungkapkan bahwa Syekh Ahmad Shohibul wafa Tajul ‘Arifin qs. Adalah Sulthonul Awliya fi Hadza Zaman dan kedua Mursyid Kammil Mukammil Thoriqoh Naqsyabandi Al-Haqqani, As-Sayyid Al-‘Alamah Al-‘Arif billah Syekh Mohammad Nazim Adil al-Haqqani, sufi kenamaan dari Cyprus-Turkey yang menyebutkan Pangersa Abah (Syekh Ahmad Shohibul wafa Tajul ‘Arifin qs) adalah Sufi agung di timur jauh.Dalam majalah sintoris (Sinar thoriqoh islam) disebutkan As-Sayyid Al-‘Alamah Al-‘Arif billah Syekh Mohammad Nazim Adil al-Haqqani ra mengatakan bahwa Syekh Ahmad Shohibul wafa Tajul ‘Arifin adalah WALI AGUNG DITIMUR JAUH.. hal itu pernah disampaikan juga di kampus oleh KH.Wahfiuddin setelah mendampingi syekh Mohammad Nazim Adil al-Haqqani ke P.P.Suryalaya.


2). Alimul Allamah Asy Syekh Muhammad Zaini Abdul Ghani Al 'Aidrus ( Guru Sekumpul ). Wafatnya Guru Sekumpul tanggal 5 Agustus 2005 M atau 5 Rajab 1426 H.

Tuan Guru Sekumpul dikenal sebagai seorang Wali Mursyid yg masyhur yang di kunjungi para alim ulama Habaib dari belahan dunia Alimul ‘allamah Al ‘Arif Billah Asy-Syekh Muhammad Zaini Abd. Ghani menyampaikan bahwa SYEH A. SHOHIBUL WAFA TAJUL ARIFIN ADALAH LAUTAN THORIQOH berita ini disampaikan langsung ke Abah dan di balas oleh Abah Anom Syekh Muhammad Zaini Abd. Ghani adalah LAUTAN ILMU
3). Al Allamah Al Habib Abdul Qodir Bin Ahmad Asseqaf dari Jeddah, Arab Saudi. Beliau wafat pada waktu Subuh Jenazah beliau disholatkan di Masjidil Haram selepas shalat Isya, disemayamkan di pekuburan Ma’la pada hari Minggu, tanggal 19 Rabiul Tsani 1431 (4 April 2010 M) pada usia 100 tahun.

4). Maulana Syekh Muhammad Nazim Adil al-Qubrusi an-Naqsybandi al-Haqqani (qaddasallahu sirrahu), dilahirkan pada tahun 1341 H (1922 M) di kota Larnaka, Cyprus (Qubrus) dari suatu keluarga Arab dengan akar-akar budaya Tartar. Ayah beliau adalah keturunan dari Syaikh ‘Abdul Qadir Al-Jailani q.s dan ibu beliau adalah keturunan dari Maulana Jalaluddin ar-Ruumi q.s. Ini menjadikan beliau sebagai keturunan dari Nabi suci Muhammad s.a.w., dari sisi ayahnya, dan keturunan dari Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq, r.a dari sisi ibundanya.

Syaikh Nazim Adil al-Haqqoni r.a bermimpi bertemu Alloh dan mengajukan pertanyaan kepadaNya, "Siapakah manusia yang puasanya paling ikhlas di muka bumi sekarang ini .... ?? jawabanNya adalah Syeikh A. Shohibul Wafa Tajul Arifin carilah dia di bumi bagian timur. akhirnya beliau pergi ke Indonesia Tahun 2001 jumpa Abah Anom


Kedudukan Abah Anom sebagai Sulthonul Awlia telah di akui sejak tahun 2001 yang lalu oleh para Ulama Sufi dan mereka telah mengakuinya hingga Wafatnya di Tahun 2011, Abah Anom wafat di usia 96 tahun. "INNALILLAAHI WA INNA ILAIHI ROOJI’UUN. Berpulang ke Rahmatullah Hadrotu Syaikh Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin Qs. , pada hari Senin, 5 September 2011 / 6 Syawal 1432 H pukul 11.50 di Rumah Sakit TMC Tasikmalaya, bertepatan dengan Milad ke-106 pesantren yang dipimpinnya" Beliau meninggalkan seorang istri dan 16 orang anak. Abah Anom dimakamkan di Pagerageung, Tasikmalaya. Saat wafatnya Abah Anom SEPTEMBER 2011 Pengakuan langsung datangnya dari Syeikh Hisyam Kabbani kepada KH. Wahfiudin via email juga mengungkapkan Abah Anom sebagai Sulthon ( Raja ) para Aulia meninggalnya sangat beruntung berkumpul bersama para Nabi dan para Wali...

Naqsyabandiyah USA
To: Wahfiudin

Salam wrb.
I am so sorry to hear that Mawlana Taj Al-Aarifeen SULTAN Abah Anom (qs) passed away. InshaAllah we will perform here in our center Salat alGhaeb for his soul.
All of you must know that he is inshaAllah with Prophet and All Awliya. He is so lucky. May Allah swt keep us in dunia and akhira with Prophet and His Awliya and Taj al-Arifeen in paradise in Divine presence. Love to all of you and keep us all along His way.
Your servant hisham kabbani rabbani.

- Inilah sekelumit Manaqib Pendiri Thoriqoh Qodiriyyah Syeikh Abdul Qodir Jaelani Qs.

Suatu saat Syeikh Lulu Al Armini ketika bertemu dengan Syeikh Atha' Al Mashri, beliau memintanya untuk menyebutkan para gurunya. Syeikh Lulu berkata kepadanya, "Atha', guruku adalah Syeikh Abdul Qodir Jailani Qs. yang menyatakan, Kedua telapak kakiku ini ada di punggung setiap waliullah' dan pada saat beliau selesai mengucapkan hal tersebut tercatat 313 wali Allah dari segala penjuru dunia menundukkan kepala mereka, 17 wali berada di Haramain, 60 Wali di Iraq, 40 Wali di Negeri non-Arab 40 Wali di Syam, 20 Wali di Mesir, 27 Wali di Maroko, 11 Wali di Habsyah, 7 Wali di tembok penahan Ya'juj dan Ma'juj, 7 Wali di Wadi Sarandib, 47 Wali di Gunung Qof, 20 Wali di daerah Teluk. Dan banyak yang bersaksi bahwa pernyataan tersebut diucapkan berdasarkan perintah Allah. " Aku melihat para Wali di Timur maupun di Barat menundukkan kepala. Syeikh Ahmad Ar Rifa'i memanjangkan lehernya dan melihat punggungnya seraya berkata, 'Memang ada di Punggungku'. Saat Pendiri Thoriqoh Rifa'iyyah Sayyid Ahmad Ar Rifa'i di tanya mengenai perkataanya itu, beliau berkata, "Saat ini di Baghdad, Syeikh Abdul Qodir Jaelani Qs. sedang berkata, 'Kedua telapak kakiku ada di punggung setiap Waliullah. Di Negeri Maroko ( Maghrib ) Syeikh Abu Madyan memanjangkan lehernya dan berkata, 'Benar dan aku salah seorang dari mereka. Ya Allah aku bersaksi kepada Mu dan kepada para Malaikat Mu bahwa aku mendengar dan patuh'.

Saat Syeikh Abdul Qodir Jaelani Qs. mengucapkannya 'Kedua telapak kakiku ada di punggung setiap Waliullah banyak orang yang melihat rombongan Wali Allah terbang di udara menghadap beliau atas perintah Nabi Khidir As. Seorang Wali berkata kepada beliau ;

SALAM UNTUKMU
WAHAI RAJA ZAMAN,
PENGUASA TEMPAT,
PELAKSANA PERINTAH SANG MAHA PENGASIH,
PEWARIS KITAB ALLAH DAN WAKIL RASULULLAH SAW.,
YANG DI ANUGRAHI LANGIT DAN BUMI,
YANG MENJADIKAN SELURUH ORANG PADA MASANYA SEBAGAI KELUARGANYA, YANG DO'ANYA MENURUNKAN HUJAN DAN BERKAHNYA MENGHILANGKAN MENDUNG,
YANG MENJADIKAN KEPALA ORANG YANG MENGHADAPNYA TERTUNDUK,
YANG MAHLUK GHAIB HADIR DI HADAPANNYA SEBANYAK 40 SHAF DENGAN 70 ORANG GHAIB PADA SETIAP SHAFNYA,
YANG TELAPAK TANGANNYA TERTULIS BAHWA DIA TIDAK AKAN MENDAPATKAN MAKAR DARI ALLAH,
DAN DI UMURNYA KE 20 TAHUN PARA MALAIKAT BERPUTAR DI SEKELILINGNYA SERTA MENYAMPAIKAN KABAR GEMBIRA KEWALIAN BELIAU.


Qutbul Ghauts Al-Imam Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-hadad ketika menyaksikan kepergian para guru beliau, mengatakan, “Kami kehilangan kebaikan para guru kami ketika mereka meninggal dunia. Segala kegembiraan kami telah lenyap, tempat yang biasa mereka duduki telah kosong, Allah telah mengambil milik-Nya Kami sedih dan kami menangis atas kepergian mereka. Ah…andai kematian hanya menimpa orang-orang yang jahat, dan orang-orang yang baik dibiarkan hidup oleh Allah. Aku akan tetap menangisi mereka selama aku hidup dan aku rindu kepada mereka. Aku akan selalu kasmaran untuk menatap wajah mereka. Aku akan megupayakan hidupku semampuku untuk selalu mengikuti jalan hidup para guruku, meneladani salafushalihin, menempuh jalan leluhurku.”

Rasulullah Saw bersabda “Jika Allah mencintai hambanya maka Allah akan memanggil Jibril, menyampaikan bahwa Allah mencintai si Fulan. Mulai saat itu Jibril akan mencintai Fulan, sampai kapanpun. Jibril kemudian memanggil ahli langit untuk menyaksikan bahwa Allah mencintai Fulan. Maka ia memerintahkan mereka semua utuk mencintai Fulan. Dengan begitu para penghuni langit mencintai Fulan. Setelah itu Allah letakkan di atas bumi ini rasa cinta untuk menerima orang yang dicintai Allah tersebut, dapat dekat dengan orang itu. ( HR. Imam Bukhari )





[optical_illusions_22.jpg]




As-Sayyid Al-‘Alamah Al-‘Arif billah Syekh Mohammad Nazim Adil al-Haqqani al-Hasani dari Cyprus Turkey telah menegaskan :

"Banyak para alim ulama dan para cendikiawan muslim memberikan pengetahuan agama kepada umat, pengetahuan itu bagaikan lilin-lilin, apalah artinya lilin-lilin yang banyak meskipun lilin-lilin itu sebesar pohon kelapa kalau lilin-lilin itu tidak bercahaya. Dan cahaya itu salah satunya berada dalam qalbunya beliau ( Syekh Ahmad Shohibul Wafa Tajul 'Arifin).

Saya tidak tahu apakah Nur Illahi yang dibawanya akan putus sampai pada beliau saja, atau masih akan berlanjut pada orang lain. Tapi saya yakin dan berharap, sesudah beliau nanti masih akan ada orang lain yang menjadi pembawa Nur Illahi itu. Siapakah orangnya, saya tidak tahu.

Maka Anda sekalian para hadirin, ambillah Nur Illahi itu dari beliau saat ini. Mumpung beliau masih ada, mumpung beliau masih hadir di tengah kita, sulutkan Nur Illahi dari qalbu beliau kepada qalbu anda masing-masing. Sekali lagi, dapatkanlah Nur Ilahi dari orang-orang seperti Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul 'Arifin.

Dari qalbu beliau terpancar pesan-pesan kepada qalbu saya. Saya berbicara dan menyampaikan semua pesan ini bukan dari isi qalbu saya sendiri. Saya mengambilnya dari qalbu beliau. Di hadapan beliau saya terlalu malu untuk tidak mengambil apa yang ada pada qalbu beliau. Saya malu untuk berbicara hanya dengan apa yang ada pada qalbu saya sendiri."



SILSILAH SAYYIDI SYEKH AHMAD SHOHIBUL WAFA TAJUL 'ARIFIN Q.S ( ABAH ANOM HINGGA SAYYIDINA HASAN BIN ALI KARRAMALLAHU WAJHAH )

SAYYIDI SYEKH AHMAD SHOHIBUL WAFA TAJUL 'ARIFIN Q.S
bin Sayyid Syekh 'Abdulloh Mubarok Q.s
bin Sayyid Nur Muhammad R.a ( EYANG UPAS )
bin Sayyid 'Ali Alhusaini R.a ( adalah putra pasangan Sayyid Ibrohim Arrof'i R.a dan Sayyidah Ummi Hafshoh R.ha binti Sayyid Sirruddin R.a )
bin Sayyid Sirrojuddin R.a
bin Sayyid Ahmad Izzuddin R.a
bin Sayyid Aziz Mubarok R.a
bin Sayyid Fathurrohman R.a
bin Sayyid 'Abdulwafa R.a
bin Sayyid Miftahulwahhab R.a
bin Sayyid Hasbi Ashshidiqi R.a
bin Sayyid Hasan Mufadhol R.a
bin Sayyid Abu Bakar Atstsaqolani R.a
bin Sayyid Ibrohim Yahya R.a
bin Sayyid Muhammad Sya'roni R.a
bin Sayyid Abu 'Abdulkarim R.a
bin Sayyid Musthofa Al akhyar R.a
bin Sayyid 'Abdulhakim R.a
bin Sayyid 'Abdulloh Maslul R.a
bin Sayyid Hasan Ghifari R.a
bin Sayyid Hamdan Muhammad Alghifari R.a
bin Sayyid Ibrohim R.a
bin Sayyid Hamzah Nur Said R.a
bin Sayyid Nur Muhammad 'Abdul'afwa R.a
bin Sayyid Isma'il R.a
bin Sayyid Abu Fadhil Maulana R.a Sayyid Musa Alfatani R.a
bin Sayyid Said Al Anshori R.a
bin Sayyid Ibrohim R.a
bin Sayyid Utsman 'Ali Hasan R.a
bin Sayyid Muhammad R.a
bin Sayyid Hasan Assibthi Q.s
bin Sayyidina 'Ali Karromallohu wajhah + Sayyidah Fathimah Azzahra R.ha
binti Rosululloh S.a.w.)