Minggu, 06 November 2011

Bisyarah Indonesia
























2 Masyaikh: Bangsa Indonesia pembangkit kejayaan Islam dan kawal tongkat kepemimpinan Imam Mahdi!



Jum'at, 12 Safar 1436 H / 5 Desember 2014 12:33
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2014/12/05/2-masyaikh-bangsa-indonesia-pembangkit-kejayaan-islam-dan-kawal-tongkat-kepemimpinan-imam-mahdi.html#sthash.Tbdt1z1I.dpuf




an merusak islam pula.

demikian maksud mereka yg mengharamkan itu, namun secara nash dari syariah tdk ada kewajiban harus nyoblos, maka kembali pada pribadi muslim masing2.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a'lam





From : Asqo


Apakah kita wajib Hukumnya memilih dalam pemilu ?


JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR BIN FUAD AL MUSAWA

2009/06/02 05:31

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
tidak ada dalam islam istilah pemilihan umum, para Khulafa'urrasyidin tidak dipilih dg sistim pemilihan umum,
Khalifah Abubakar shiddiq ra dipilih oleh Umar ra dan kemudian sahabat lainnya menyetujui,
Khalifah Umar ra dipilih atas isyarat Khalifah Abubakar shiddiq ra, lalu diikuti sahabat lainnya,
Khalifah Utsman ra dipilih atas isyarat dari Khalifah Umar ra, dan disetujuii sahabat lainnya, demikian pula khalifah Ali kw, dipilih dg isyarat dari Khalifah Utsman ra dan disetujui sahabat lainnya.

tidak satupun khilafah islamiyah berdiri dg pemilu.

namun perlu diketahu bahwa Rasul saw tidak merubuhkan/menjatuhkan kekuasaan para penguasa, beliau saw tetap membiarkan Abdullah bin Ubay bin Salul sebagai pimpinan Madinah, padahal ia munafik besar.

Rasul saw juga membiarkan Abu Sufyan bin Harb menjadi pemimpin Makkah dan ka'bah sebelum ia masuk islam.

maka jelas sudah antara kita dengan umaro tidak ada masalah, kita tidak usah ikut ikut berebutan kekuasaan, kita tetap bersama aktifitas kita menjalankan syariah semampunya,

mengenai Umaro yg bertentangan dg syariah, ini sudah pernah terjadi dimasa para sahabat masih ada, sebagaimana riwayat shahih Bukhari bahwa para Tabiin mengadukan kepada sahabat yaitu Anas bin Malik ra akan kejahatan Khalifah Hajjaj yg banyak membantai Ulama, maka Anas bin Malik ra menjawab : bersabarlah, karena tiadalah ummat ini kecuali akan makin buruk kepemimpinannya, kudengar ini dari Nabi Kalian saw. (Shahih Bukhari).

jelas sudah kita tidak boleh memerangi Umaro walau dholim selama mereka muslim.

Rasul saw ketika beberapa hari sebelum wafat, dalam ceramah terakhirnya beliau saw keluar dg memakai ikat kepala karena pusing yg sangat parah dan demam, seraya bersabda : akan kalian lihat setelah aku wafat hal hal yg tidak kalian sukai, maka jika ada pemimpin yg naik diantara kalian (muslimin, non yahudi dan nasrani atau musyrikin), ia membuat manfaat pada ummat dan membuat mudharrat pada ummat pula, maka terimalah yg baiknya dan maafkanlah kesalahannya. (Shahih Bukhari).

dan Rasul saw juga bersabda : Taatlah pada pemimpin kalian, kecuali jika memerintahkan pada maksiat maka tidak ada taat. (Shahih Bukhari).

maka selama mereka tidak melarang kita ibadah, tidak melarang kita shalat, tidak melarang kita puasa, tidak melarang kita ibadah fardhu lainnya, maka kita tidak boleh menentangnya.

bukan pula harus menjadi budaknya.

saudaraku, saya melihat Indonesia adalah salah satu negara yg paling terbuka pada kemajuan islam, saya lihat di beberapa negara lainnya sangat sulit perkembangan islam,

saya masuk S'pore pertama kali, mereka habis2an mempersulit dan menginterogasi saya, dan saya diikuti intelijen mereka saat ceramah di masjid masjid, sampai mereka tahu betul bahwa saya aman dan tdk mengajarkan anarki, maka mereka terbuka utk saya, tiap kali saya ke s'pore mereka sudah maklum, foto saya sudah ada di setiap pintu imigrasi mereka, paspor saya sudah tercatat sebagai da'i yg aman, demikian istilah mereka.

saya masuk malaysia pun dipersulit, masuk di pebatasan malaysia (s'pore - malaysia) saya dihujani pertanyaan macam2 dan diinterogasi, dan saya sempat dilarang ceramah di wilayah perlis karena masuk malaysia tanpa ada konformasi utk izin ceramah.

saya belum lama ini pulang dari Yaman, saya naik pesawat Qatariyyah dari Yaman, demi mengejar ketibaan jumat sore, karena majelis jumat malam dan sabtu malam berusaha tidak saya tinggalkan, jika saya naik dg pesawat yemenia air maka jadwal penerbangannya sabtu, maka saya baru tiba minggu siang, maka akan terlewatkanlah dua majelis tsb.

singkat kata saya naik qatariyah, sebagaimana kita tahu bahwa Qatar adalah salah satu negara arab yg islami (konon), saya kaget, karena saya duduk di First class dan ditawari minuman, saya memilih air putih, namun ia menjelaskan bahwa itu adalah arak putih.. Astaghfirullah..,

saya ajak ia bicara (pramugara/pramugari) dg bahasa arab ia jawab : No speak arabic, we speak english..!

aduh.. ini kan penerbangan dari negeri islami (konon).

arak terus ditawarkan dan dituangkan pada penumpang didepan muka saya, ingin rasanya saya berdiri dan melabrak mereka, kalian ini muslimin, negara arab, koq begini kelewatan..??, tapi saya menahan diri, dan mereka juga tampak segan dan malu malu, namun tetap menjalankan tugasnya

lalu penerbangan itu transit di Dauha (ibukota Qatar), saya lebih kaget lagi, tidak ada satupun orang mau berbicara bahasa arab.., saya hanya ingin bertanya tetap semua orang menolak berbahasa arab.., gila, ini kalau saya ke Jakarta lalu di Bandara orang menolak berbahasa Indonesia kan mustahil..??, bagaimana di negeri arab orang menolak berbahasa arab..?

lalu penerbangan diteruskan ke Jakarta, penumpang kelas economy kebanyakan TKI dan TKW yg pulang ke indonesia, maka para pramugari/pramugara tau betul bahwa kita akan subuh diudara, dan mereka tahu orang orang indonesia ini pasti akan shalat, akan wudhu beramai2 dan mengotori toilet, maka mereka padamkan petunjuk arah kiblat, padahal arah kiblat selalu ada disemua penerbangan yg menuju ke wilayah timur tengah,

tidak ada arah kiblat, tv monitor hanya menayangkan film dan film, lalu sesekali ditayangkan kecepatan pesawat, suhu didalam dan diluar, namun arah kiblat tetap tidak ditampilkan..

waktu mulai fajar saya ke toilet dan mereka sudah maklum, saya wudhu dan sengaja didepan mereka saya minta izin sholat (tempat kosong untuk duduk para pramugari dekat pintu, merekapun menyilahkan saya dan cepat cepat menutup tirai agar jamaah muslimin di kelas ekonomi tidak melihat saya shalat.

selepas saya sholat saya kembali ke kursi, saya lihat ada seorang pramugara berwajah arab yg terlihat bekas wudhu dan baru shalat juga, dia saya tatap dg tajam, dia menunduk malu dan terus pergi..

inilah keadaan mereka dan pemerintahan mereka..

saya lalu transit di singapura, jumpa dg seorang teman yg baru pulang dari Turki, ia cerita bahwa disana tdk berani orang muslim memakai asesoris islam, karena akan dipanggil dan di interogasi, mereka hanya berani pakai peci putih atau sorban di masjid saja, diluar mereka tidak berani mengenakannya, karena kerasnya pemerintahan melarang perkembangan islam, masya Allah.. turki adalah wilayah islam.., banyak makam para sahabat Nabi saw, subhanallah..

lalu juga ketika saya kunjung ke Amman, ibukota Jordan, saya tinggal sebulan disana, naudzubillah.., kota itu sepi dari adzan, semua masjid tdk boleh adzan dg speaker luar, hanya speaker dalam saja, tidak seperti di indonesia orang bebas berkoar koar di speaker sebelum subuh dan kapanpun..

majelis taklim pun tidak ada yg ramai, saya diundang hadir haul Ahlu Badr, katanya acara besar tahunan dan banyak yg hadir, namun ketika saya hadir tenyata yg datang sekitar dua puluh orang saja, saya hanya membatin.. duh.. ini acara besar??, yg hadir cuma puluhan seperti ini..??.

padahal Jordan pemimpin negaranya adalah habaib, berbangsa syarif dari keturunan sayyidna Hasan bin Ali kw.

nah saudaraku, contoh contoh diatas saya kemukakan betapa bobroknya negara islam didunia ini, sungguh pemerintah indonesia sangat longgar utk islam, masjid bebas adzan bahkan seluruh tahlil, doa dlsb panjang panjang mulai jam 3 subuh pun tidak dilarang, majelis bebas dihadiri ribuan orang malah polisi turun untuk mengamankan, 12 rabiul awal dijadikan hari tanggal merah,

presiden ikut maulidan, ikut majelis taklim, wapres bolak balik hadir majelis dzikir, tv ikut2 menayangkan dan merelay majelis2, sungguh pemerintah indonesia sangat terbuka dan bebas..

mengenai kerusakan yg terjadi pada para umaro, tugas kitalah membenahinya, mendekatinya, menasihatinya, tanpa mengambil bantuan moril dari mereka karena itu sangat berbahaya, itu bisa menjatuhkan kehormatan ulama dihadapan umaro,

ulama harus dihormati sebagai guru dan penuntun ummat, bukan antek umaro dan budak

ulama menasehati semampunya, membenahi semampunya, sisanya pasrahkan pada Allah swt..

sebenarnya pembenahan ini mudah, sebagaimana stasion2 tv yg selalu menayangkan acara yg merusak mental ummat, saya pernah menegur mereka langsung, kalian terlibat akan dosa ummat indonesia ini, kenapa terus menayangkan tayangan2 yg merusak..??

jawaban mereka pada saya singkat aja : kami hanya mengikuti maunya masyarakat bib, jika masyarakat maunya acara islami, seperti saat ramadhan, maka kami tayangkan acara islami, tidak ada pornografi, semua artis wanita sopan dan berjilbab, tapi karena masyarakat maunya diselain ramadhan acara fulgar, maka kami ikuti saja, kami hanya ikuti selera masyarakat..

jelas sudah kunci pembenahan adalah pada masyarakat itu sendiri

mengenai fatwa yg mengharamkan golput, adalah kerisauan ulama akan berkuasanya faham liberal dan kekuatan musuh islam dibawah kepemimpinan pemimpin muslim yg pro kpd musuh islam, maka wajib setiap muslim memilih, agar mereka membantu menghambat terpilihnya pemimpin yg buruk dan merusak islam pula.

demikian maksud mereka yg mengharamkan itu, namun secara nash dari syariah tdk ada kewajiban harus nyoblos, maka kembali pada pribadi muslim masing2.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a'lam

 



 










http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid&func=view&catid=7&id=13326#13326

Bila kalian melihat keluarnya PASUKAN MEMBAWA BENDERA HITAM dari KHURASAN, maka datangilah walau dengan merangkak, sungguh dalam pasukan itu TERDAPAT KHALIFATULLAH ALMAHDI". Hadits ini memenuhi persyaratan Shahih Bukhari dan Muslim. 
(Mustadrak 'alaa Shahihain hadits no.8531).




"Bila kalian melihat bendera hitam muncul dari khurasan, maka datanglah (sambutlah) walau dengan merangkak" (HR Ahmad),

maka keterangannya menjelaskan : "maka muncullah dari khurasan kelompok dan didepannya (salah satu pemukanya) seorang pemuda belia dari Tamim (Bani Tamim), berkulit kuning, berjanggut tidak tebal, namanya syu'aib bin shalih At Tamimi, dan terjadi peperangan antaranya dengan Sufyani dan terjadi peperangan yg hebat di baidha dst...". 



(Isya'ah li asyraatissaa'ah, oleh Al Imam Muhammad Al Barzanji hal 190).










Diriwayatkan bahwa seseorang dari bani hasyim akan memimpin dakwah sebelum kebangkitan Imam Mahdi,diriwayatkan pula ada 30 orang shalih yg mendahului kebangkitan Imam Mahdi. Teriwayatkan bahwa Syu'aib soleh At Tamimi ( seorang Pemuda dari Bani Tamim) akan muncul pula sebagai pendukung Imam Mahdi (Isya'ah Li asyrathissa'ah, lil 'allaamah Syeikh Muhammad Albarzanjiy hal 190)..

 












http://masjidjogokariyan.com/wakil-ketua-rabithah-ulama-palestina-harapan-kejayaan-akhir-zaman-ada-di-muslim-nusantara/

Suatu saat kami duduk di Masjid Jogokariyan, di hadirat Syaikh Dr. Abu Bakr Al ‘Awawidah, Wakil Ketua Rabithah ‘Ulama Palestina. Kami katakan pada beliau,


“Ya Syaikh, berbagai telaah menyatakan bahwa persoalan Palestina ini takkan selesai sampai bangsa ‘Arab bersatu. Bagaimana pendapat Anda?”

Beliau tersenyum. “Tidak begitu ya Ukhayya”, ujarnya lembut. “Sesungguhnya Allah memilih untuk menjayakan agamanya ini sesiapa yang dipilihNya di antara hambaNya; Dia genapkan untuk mereka syarat-syaratnya, lalu Dia muliakan mereka dengan agama & kejayaan itu.”

“Pada kurun awal”, lanjut beliau, “Allah memilih Bangsa ‘Arab. Dipimpin Rasulullah, Khulafaur Rasyidin, & beberapa penguasa Daulah ‘Umawiyah, agama ini jaya. Lalu ketika para penguasa Daulah itu beserta para punggawanya menyimpang, Allahpun mencabut amanah penjayaan itu dari mereka.”

“Di masa berikutnya, Allah memilih bangsa Persia. Dari arah Khurasan mereka datang menyokong Daulah ‘Abbasiyah. Maka penyangga utama Daulah ini, dari Perdana Menterinya, keluarga Al Baramikah, hingga panglima, bahkan banyak ‘Ulama & Cendikiawannya Allah bangkitkan dari kalangan orang Persia.”

“Lalu ketika Bangsa Persia berpaling & menyimpang, Allah cabut amanah itu dari mereka; Allah berikan pada orang-orang Kurdi; puncaknya Shalahuddin Al Ayyubi dan anak-anaknya

“Ketika mereka juga berpaling, Allah alihkan amanah itu pada bekas-bekas budak dari Asia Tengah yang disultankan di Mesir; Quthuz, Baybars, Qalawun di antaranya. Mereka, orang-orang Mamluk.”

“Ketika para Mamalik ini berpaling, Allah pula memindahkan amanah itu pada Bangsa Turki; ‘Utsman Orthughrul & anak turunnya, serta khususnya Muhammad Al Fatih.”

“Ketika Daulah ‘Aliyah ‘Utsmaniyah ini berpaling juga, Allah cabut amanah itu dan rasa-rasanya, hingga hari ini, Allah belum menunjuk bangsa lain lagi untuk memimpin penjayaan Islam ini.”

Beliau menghela nafas panjang, kemudian tersenyum. Dengan matanya yang buta oleh siksaan penjara Israel, dia arahkan wajahnya pada kami lalu berkata. “Sungguh di antara bangsa-bangsa besar yang menerima Islam, bangsa kalianlah; yang agak pendek, berkulit kecoklatan, lagi berhidung pesek”, katanya sedikit tertawa, “Yang belum pernah ditunjuk Allah untuk memimpin penzhahiran agamanya ini.”

“Dan bukankah 

Rasulullah bersabda bahwa pembawa kejayaan akhir zaman akan datang dari arah Timur dengan bendera-bendera hitam mereka? Dulu para ‘Ulama mengiranya Khurasan, dan Daulah ‘Abbasiyah sudah menggunakan pemaknaan itu dalam kampanye mereka menggulingkan Daulah ‘Umawiyah. Tapi kini kita tahu; dunia Islam ini membentang dari Maghrib; dari Maroko, sampai Merauke”, ujar beliau terkekeh.

“Maka sungguh aku berharap, yang dimaksud oleh Rasulullah itu adalah kalian, wahai bangsa Muslim Nusantara. Hari ini, tugas kalian adalah menggenapi syarat-syarat agar layak ditunjuk Allah memimpin peradaban Islam.”

“Ah, aku sudah melihat tanda-tandanya. Tapi barangkali kami, para pejuang Palestina masih harus bersabar sejenak berjuang di garis depan. Bersabar menanti kalian layak memimpin. Bersabar menanti kalian datang. Bersabar hingga kita bersama shalat di Masjidil Aqsha yang merdeka insyaallah.”

Ah.. Campur aduk perasaan, tertusuk-tusuk rasa hati kami di Jogokariyan mendengar ini semua. Ya Allah, tolong kami, kuatkan kami..

Tulisan Ustaz Salim A Fillah







http://www.arrahmah.com/news/2014/12/05/2-masyaikh-bangsa-indonesia-pembangkit-kejayaan-islam-dan-kawal-tongkat-kepemimpinan-imam-mahdi.html

Firasat Syeikh Al Mujahid Abu Mushab Az Zarqawi Pemimpin Al Qaeda Iraq saat invasi Amerika Serikat atas nama penggulingan Saddam Husein...

Perhatikan Bangsa Timur, mereka akan di pilih oleh Allah Jala Jalaluh untuk mengawal tongkat kepemimpinan Imam Mahdi dan saya menganggap mereka adalah Muslimin Melayu Indonesia.
Wallahu a'lam bish shawab.

Di utarakan Ustaz Mas'ud Akrom Syahid 




Indonesia Benua Atlantis Yang Hilang Prof. Arysio Santos

 


http://daerah.sindonews.com/read/947896/29/benarkah-kayu-kapal-nabi-nuh-as-berasal-dari-pulau-jawa-1420710677/

Hasil penelitian para arkeolog dari Turki dan China menyebutkan, bahwa kayu yang digunakan untuk membuat kapal Nabi Nuh Alaihi Salam (AS) merupakan kayu jati purba yang berasal dari Pulau Jawa. Bagaimana sejarahnya?

Tahun 1949, benda mirip kapal di atas Gunung Ararat-Turki dari ketinggian 14.000 feet (sekitar 4.600 meter) yang diduga situs kapal Nabi Nuh AS ditemukan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat.
Kemudian, dimuat dalam berita Life Magazine pada 1960, saat pesawat Tentara Nasional Turki menangkap gambar sebuah benda mirip kapal yang panjangnya sekitar 150 meter. Lalu, penelitian dan pemberitaan tentang dugaan kapal Nabi Nuh AS (The Noah’s Ark) terus berlanjut hingga kini.

Pemotretan yang dilakukan oleh penerbang Amerika Serikat, Ikonos, pada 1999-2000 tentang adanya dugaan kapal di Gunung Ararat yang tertutup salju, memperkuat bukti dugaan kapal Nabi Nuh AS itu.
Kini ada penelitan terbaru tentang dari mana kapal Nabi Nuh AS itu berangkat. Atau di mana kapal Nabi Nuh AS itu dibuat?

Gabungan peneliti arkeolog-antropologi dari dua negara, China dan Turki, yang beranggotakan 15 orang, sekaligus pembuat film dokumenter tentang situs kapal Nabi Nuh AS itu, menemukan bukti baru. Mereka mengumpulkan artefak dan fosil-fosil berupa; serpihan kayu kapal, tambang, dan paku.

Hasil Laboratorium Noah’s Ark Minesteries International, China-Turki, setelah melakukan serangkaian uji materi fosil kayu oleh tim ahli tanaman purba, menunjukan bukti yang mengejutkan. Apa itu? Bahwa fosil kayu Kapal Nabi Nuh AS berasal dari kayu jati purba yang ada di Pulau Jawa.

Mereka telah meneliti ratusan sampel kayu purba dari berbagai negara, dan memastikan, bahwa fosil kayu jati yang berasal dari daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah 100% cocok dengan sampel fosil kayu Kapal Nabi Nuh AS.

Sebagaimana diungkap oleh Yeung Wing, pembuat film dokumenter The Noah’s Ark, saat melakukan konfrensi pers di Hongkong, Senin ( 26 / 4 / 2010 ).

“Saya meyakini 99%, bahwa situs kapal di Gunung Ararat, Turki, merupakan fosil Kapal Nuh AS yang ribuan tahun lalu terdampar di puncak gunung itu, setelah banjir besar menenggelamkan dunia dalam peristiwa mencairnya gleser di kedua kutub,” kata Yeung Wing

Dr.Mehmet Salih Bayraktutan PhD, yang sejak 20 Juni 1987 turut meneliti dan mempopulerkan situs Kapal Nabi Nuh AS, mengatakan, "Perahu ini adalah struktur yang dibuat oleh tangan manusia.”
Dalam artikelnya juga mengatakan, lokasinya di Gunung Judi (Ararat) yang disebut dalam Alquran, Surat Hud Ayat 44. Sedangkan dalam injil: Perahu itu terdampar di atas Gunung Ararat (Genesis 8 : 4).

Menurut peneliti The Noah’s Ark, kapal dibuat di puncak gunung oleh Nabi Nuh AS, tak jauh dari desanya. Lalu berlayar ke anta beranta, saat dunia ditenggelamkan oleh banjir besar.
Berbulan-bulan kemudian, kapal Nabi Nuh AS merapat ke sebuah daratan asing. Ketika air berangsur surut, maka tersibaklah bahwa mereka terdampar di puncak sebuah gunung.

Bila fosil kayu kapal itu menunjukan berasal dari kayu jati, dan itu hanya tumbuh di Indonesia pada zaman purba, boleh jadi Nabi Nuh AS dan umatnya dahulu tinggal di sana.
Saat ini, kita dapat saksikan dengan satelit, bahwa gugusan ribuan pulau itu (Nusantara), dahulu merupakan daratan yang luas.

Sedangkan, Dr Bill Shea, seorang antropolog, menemukan pecahan-pecahan tembikar sekitar 18 meter dari situs kapal Nabi Nuh AS. Tembikar ini memiliki ukiran-ukiran burung, ikan, dan orang yang memegang palu dengan memakai hiasan kepala bertuliskan Nuh.

Dia menjelaskan, pada zaman kuno, barang-barang tersebut dibuat oleh penduduk lokal di desa itu untuk dijual kepada para peziarah situs kapal. “Sejak zaman kuno hingga saat ini, fosil kapal tersebut telah menjadi lokasi wisata,” ujar Bill Shea.

Wallahua'lam Bishawab







http://www.rmol.co/read/2013/05/20/111288/Al-Quran-Menguatkan-Kemungkinan-Atlantis-Ada-di-Indonesia

Selain dari manuskrip kuno peninggalan Plato, kemungkinan besar Atlantis terletak di Indonesia dikuatkan melalui metode Quranic Archeology, atau penelitian dari teks-teks kitab suci Al Quran yang dilakukan oleh Kepala Arkeolog Penelitian Gunung Padang, Ali Akbar.

"Meneliti dari manuskrip Al Quran dibolehkan karena dalam arkeologi, Al Quran adalah artefak," papar Ali Akbar yang menjadi salah satu pembicara dalam diskusi yang bertajuk "Bencana dan Peradaban" serta peluncuran buku "Plato Tidak Bohong, Atlantis Ada di Indonesia" karya Danny Hilman yang berjudul di Gedung Krida Bhakti kompleks Sekretariat Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin (20/5).

Disebutkan dia, pada faktanya nabi-nabi sebelum nabi Ibrahim yang disebutkan dalam Al-Qur'an tidak ada identifikasi geografi dimana mereka itu diturunkan.

"Nabi Adam, Nuh, Hud, Idris, Saleh dan seterusnya, itu tidak disebut dimensi ruangnya, tidak jelas dari mananya, baru kemudian Nabi Yusuf disebutkan dari Mesir. Nabi-nabi pra Ibrahim tidak disebutkan," papar Ali

Namun dari segi waktu, dapat diperkirakan waktunya adalah antara 25 ribu sampai 5000 tahun sebelum masehi. Dimana yang mengejutkan, dalam rentang tahun ini terjadi kekosongan sejarah dimana belum ditemukan penjelasan tentang kejadian sejarah apa saja yang terjadi pada kurun waktu itu.

"Fakta ini membuat seluruh kemungkinan menjadi mungkin. Karena kosongnya sejarah ini maka semuanya jadi mungkin. Karenakan tidak ada tertulis di Al-qur'an dimana sebenarnya nabi-nabi itu," tambahnya.

Sebagai contoh, disebutkan Ali Akbar tidak pernah disebutkan dimanakah Nabi Adam AS diturunkan dari surga. Yang disebutkan hanya Nabi Nuh, yang bahteranya mendarat di bukit Ararat.

"Tapi bukit Ararat itu dimana? Berangkatnya juga dari mana? Selain itu, umatnya para nabi terdahulu ini disebutkan hancur karena menyembah berhala. Berhala itu batu, berarti itu megalithikum, dan kita bisa menemukan seluruh situs Megalithikum di seluruh dunia," ujarnya.

Karenanya, kemungkinan bahwa bangsa-bangsa terdahulu berasal dari Atlantis yang juga kemungkinannya ada di Indonesia menjadi terbuka lebar.

"Fakta bahwa Atlantis berada pada sekitar 11 ribu tahun yang lalu menjadi mungkin saja,"

Hasil penelitian para arkeolog dari Turki dan China menyebutkan, bahwa kayu yang digunakan untuk membuat kapal Nabi Nuh Alaihi Salam (AS) merupakan kayu jati purba yang berasal dari Pulau Jawa. Bagaimana sejarahnya?

Tahun 1949, benda mirip kapal di atas Gunung Ararat-Turki dari ketinggian 14.000 feet (sekitar 4.600 meter) yang diduga situs kapal Nabi Nuh AS ditemukan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat.

Kemudian, dimuat dalam berita Life Magazine pada 1960, saat pesawat Tentara Nasional Turki menangkap gambar sebuah benda mirip kapal yang panjangnya sekitar 150 meter. Lalu, penelitian dan pemberitaan tentang dugaan kapal Nabi Nuh AS (The Noah’s Ark) terus berlanjut hingga kini.

Pemotretan yang dilakukan oleh penerbang Amerika Serikat, Ikonos, pada 1999-2000 tentang adanya dugaan kapal di Gunung Ararat yang tertutup salju, memperkuat bukti dugaan kapal Nabi Nuh AS itu.

Kini ada penelitan terbaru tentang dari mana kapal Nabi Nuh AS itu berangkat. Atau di mana kapal Nabi Nuh AS itu dibuat?

Gabungan peneliti arkeolog-antropologi dari dua negara, China dan Turki, yang beranggotakan 15 orang, sekaligus pembuat film dokumenter tentang situs kapal Nabi Nuh AS itu, menemukan bukti baru. Mereka mengumpulkan artefak dan fosil-fosil berupa; serpihan kayu kapal, tambang, dan paku.

Hasil Laboratorium Noah’s Ark Minesteries International, China-Turki, setelah melakukan serangkaian uji materi fosil kayu oleh tim ahli tanaman purba, menunjukan bukti yang mengejutkan. Apa itu? Bahwa fosil kayu Kapal Nabi Nuh AS berasal dari kayu jati purba yang ada di Pulau Jawa.

Mereka telah meneliti ratusan sampel kayu purba dari berbagai negara, dan memastikan, bahwa fosil kayu jati yang berasal dari daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah 100% cocok dengan sampel fosil kayu Kapal Nabi Nuh AS.

Sebagaimana diungkap oleh Yeung Wing, pembuat film dokumenter The Noah’s Ark, saat melakukan konfrensi pers di Hongkong, Senin (26/4/2010).

“Saya meyakini 99%, bahwa situs kapal di Gunung Ararat, Turki, merupakan fosil Kapal Nuh AS yang ribuan tahun lalu terdampar di puncak gunung itu, setelah banjir besar menenggelamkan dunia dalam peristiwa mencairnya gleser di kedua kutub,” kata Yeung Wing


source: http://daerah.sindonews.com/read/947896/29/benarkah-kayu-kapal-nabi-nuh-as-berasal-dari-pulau-jawa-1420710677




Seperti banyak diketahui jika daerah penghasil batu kapur yaitu Kota Barus (Sibolga-Sumatera Utara) sudah digunakan oleh para firaun di mesir untuk proses pemakaman mumi firaun. Berdasarkan hal tersebut membuktikan jika jauh sebelum islam datang, masyarakat Nusantara sudah berhubungan dengan dunia luar. Ada kemungkinan Islam sudah masuk di Nusantara terjadi pada masa Kenabian atau masa hidupnya Nabi Muhammad S.A.W. 

Kafur telah banyak dikenal berbagai manfaatnya oleh ulama kedokteran Islam di era keemasan Islam. Dalam Thibbun Nabawi, Imam Adz-Dzahabi menyebutkan bahwasannya kafur dipergunakan untuk memandikan mayat, seperti yang tertera dalam hadits (riwayat Imam Bukhari).

Dinyatakan juga sifat kafur adalah dingin dan kering pada tingkatan ketiga, dapat menghentikan darah mimisan, menguatkan panca indera, menghentikan libido dan menciumnya dapat membuat terjaga, serta apabila diminum dapat menghentikan diare.

Tak beda jauh dengan Imam Adz-Dzahabi, dalam pembasan mengenai wewangian, Abu Abdillah Al Maqdisi membahas sifat serupa dan dengan tambahan kafur dapat mengatasi sakit kepala yang panas dan sakit mata yang panas. 1/6 dinar (4,25 gram) kafur berguna untuk mengatasi pembengkakan yang panas. 1 dirham (2,975 gram) kafur apabila diracik bersama cuka apel bisa melenyapkan bahaya kalajengking.

Disebutkan juga oleh Al Maqdisi bahwasannya kafur apabila dipergunakan untuk memandikan jenazah bisa membuat jenazah menjadi harum, keras dan dingin sehingga tidak cepat rusak.

Kapur Barus memang telah lama dipergunakan untuk mengawetkan mayat, salah satunya ditemui bahwa mumi di zaman Firaun Ramses II juga menggunakan kapur dari daerah tersebut untuk proses pengawetannya.






http://segalaberita.com/index.php/features/sains-teknologi/725-temuan-ilmuwan-inggris-peradaban-dunia-bermula-dari-dataran-sundaland-indonesia

Seorang ahli genetika dan struktur DNA manusia dari Universitas Oxford, Inggris, Stephen Oppenheimer, mengungkapkan lewat bukunya yang merupakan catatan perjalanan penelitian genetis populasi di dunia, ia mengungkapkan bahwa peradaban yang ada sesungguhnya berasal dari Timur, khususnya Asia Tenggara.

Sejarah selama ini mencatat bahwa induk peradaban manusia modern itu berasal dari Mesir, Mediterania dan Mesopotamia.

Tetapi, menurut dia, nenek moyang dari induk peradaban manusia modern berasal dari tanah Melayu yang sering disebut dengan Sundaland atau Indonesia.

Apa buktinya? Peradaban agrikultur Indonesia lebih dulu ada dari peradaban agrikultur lain di dunia, kata Oppenheimer dalam diskusi di Gedung LIPI, Jakarta, ketika itu.

Pernyataan dia seolah mendukung sejumlah teori yang menyatakan beberapa temuan di Indonesia menjadi tonggak dari peradaban dunia.

Salah satu teori kontroversial mengenai Atlantis adalah yang menyebutkan kalau Indonesia merupakan lokasi sebenarnya benua dalam legenda ini. Wilayah semenanjung Melayu, termasuk Sumatera, Jawa, dan Kalimantan dulunya merupakan satu benua besar yang disebut Sundaland.

Pada akhir zaman es terjadilah banjir besar akibat lelehan es yang menenggelamkan sebagian dataran Sundaland dan akhirnya membuat sebagian benua tersebut tenggelam, menyisakan daratan-daratan terpisah yang kita kenal sekarang. Banjir bandang inilah yang diyakini melahirkan legenda tentang Atlantis, yang disebarkan oleh para imigran di benua baru.

Setelah meneliti selama 30 tahun Profesor Arysio Santos menyimpulkan benua Atlantis adalah Indonesia, seperti yang dia ungkap dalam bukunya "Atlantis, The Lost Continent Finally Found'.

Sebuah gambar tangan di Leang Timpuseng, kawasan karst Maros, Sulawesi. dinobatkan sebagai stensil tangan tertua di dunia. Usianya minimal 39.900 tahun, mengalahkan gambar tangan di El Castillo, Spanyol, yang berusia minimal 37.300 tahun.

Mengutip data tahun lalu, usia gambar tangan terungkap berkat kerja sama Pusat Arkeologi Nasional, Balai Arkeologi Makassar, Balai Peninggalan Cagar Budaya Makassar, Universitas Wollongong, serta Universitas Griffith di Australia sepanjang 2011-2013.

Arkeolog yang terlibat antara lain Max Aubert dari Universitas Griffth, Adam Brumm (Universitas Wollongong), T Sutikna dan EW Saptomo (Pusat Arkeologi Nasional), Budianto Hakim (Balai Arkeologi Makassar), dan Muhammad Ramli dari BPCB Makassar.

Situs Megalitikum Gunung Padang merupakan situs piramida peninggalan tertua di dunia. Terletak di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Indonesia, situs ini dibuat sekitar 9.000 hingga 20.000 tahun lalu, mengalahkan piramida Mesir yang dibuat hampir 5.000 tahun lalu.

Hal ini diungkapkan oleh ahli Geologi Dr. Danny Hilman. Menurutnya, situs yang ditemukan sekitar 1914 ini merupakan salah satu situs peninggalan sejarah terbesar di Indonesia.

Situs ini terletak di antara gunung berapi, pohon pisang, dan perkebunan teh diatas 885 meter di atas permukaan laut, dan memiliki jarak sekitar 120 kilometer dari selatan Ibu Kota Jakarta.

Situs yang terdiri dari puing-puing vulkanik yang dimulai dari lereng gunung ini dianggap sakral oleh masyarakat lokal Sunda. Hilman sendiri juga mengatakan situs itu sepertinya memang dibangun untuk ibadah.

"Jika memang itu untuk melakukan ritual ibadah, orang-orang pra sejarah pasti harus mendaki sambil menumpuk batu-batu itu untuk dibuat piramida. Cara menumpuk memang cukup kuno dalam pembangunan," katanya, seperti dilansir dari surat kabar Daily Mail, Kamis (2/4).

Hilman yang merupakan ahli geologi dari Pusat Geoteknik Indonesia mengatakan sebagian orang berpikir orang-orang prasejarah itu primitif, namun dari monumen yang mereka tinggalkan rupanya hal tersebut tidak benar.










Dimanakah sebenarnya lokasi Atlantis itu berada .....?? Ada yang mengatakan bahwa Atlantis berada di bawah ais Antartika, di Segitiga Bermuda, di Laut Karibia, di kepulauan Cyprus,ada juga yang mengatakan kalau Atlantis adalah Celtic Shelfs itu sendiri yang ada di Samudera Atlantik, dan ada yang berkesimpulan Atlantis itu adalah kepulauan Indonesia.



Prof. Arysio Nunes dos Santos sarjana dan mahaguru ilmu fisika nuklir di Universitas Minas Gerais, di Brazil, menerbitkan buku yang menggemparkan : “Atlantis the Lost Continents Finally Found”. Secara tegas dinyatakannya bahwa lokasi Atlantis yang hilang sejak kira-kira 11.600 tahun yang lalu itu adalah di Indonesia. Buku Prof. Arysio N. dos Santos sewaktu ditanyakan ke ‘Amazon.com’ seminggu yang lalu ternyata habis tidak bersisa. Bukunya ini terlink ke 400 buah sites di Internet, dan websitenya sendiri menurut Santos selama ini telah dikunjungi sebanyak 2.500.000 visits. Ini adalah iklan gratis untuk mengenalkan Indonesia secara efektif.
Berkata Prof. Arysio Nunes dos Santos, umumnya sarjana Barat tidak satupun yang menyebutkan Indonesia. Hal itu disebabkan karena para penyelidik pada umumnya, mendasarkan teori mereka pada unsur-unsur etnosentrik, sehingga tidak terpikirkan oleh mereka bahwa tempat itu mungkin berada di bagian bumi yang sama sekali lain.
Berkata Prof. Arysio Nunes dos Santos, benua Atlantis yang digambarkan oleh Plato adalah suatu dunia tropis, yang punya banyak hutan, sungai dan pohon buah-buahan, yang kemudian tenggelam karena permukaan air laut naik ketika es di kutub utara mencair. Hanya kawasan pegunungan saja yang tampak dari permukaan laut. Rangkaian gunung berapi itu, kata Arysio, dulu disebut Kepulauan Blest, yang sekarang bernama Indonesia.
Selama ini, benua yang diceritakan Plato 2.500 tahun yang lalu itu adalah benua yang dihuni oleh bangsa Atlantis yang memiliki peradaban yang sangat tinggi dengan alamnya yang sangat kaya, yang kemudian hilang tenggelam ke dasar laut oleh bencana banjir dan gempa bumi. Kisah Atlantis ini dibahas dari masa ke masa, dan upaya penelusuran terus pula dilakukan guna menemukan sisa-sisa peradaban tinggi yang telah dicapai oleh bangsa Atlantis itu.
Pencarian dilakukan di samudera Atlantik, Laut Tengah, Caribea, sampai ke kutub Utara. Pencarian ini sama sekali tidak ada hasilnya, sehingga sebagian orang beranggapan bahwa yang diceritakan Plato itu hanyalah negeri dongeng semata.
Profesor Santos yang ahli Fisika Nuklir ini menyatakan bahwa Atlantis tidak pernah ditemukan karena dicari di tempat yang salah. Lokasi yang benar secara menyakinkan adalah Indonesia, katanya. Dia mengatakan bahwa dia sudah meneliti kemungkinan lokasi Atlantis selama 29 tahun terakhir ini. Ilmu yang digunakan Profesor Santos dalam menelusur lokasi Atlantis ini adalah ilmu Geologi, Astronomi, Paleontologi, Archeologi, Linguistik, Ethnologi, dan Comparative Mythology.

Penelitian mutakhir yang dilakukan oleh Prof. Aryso Santos, menegaskan bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Setelah melakukan penelitian selama 30 tahun, ia menghasilkan buku Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato’s Lost Civilization (2005). Profesor Santos menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.

Bukan kebetulan ketika Indonesia pada tahun 1958, atas gagasan Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja melalui UU no. 4 Perpu tahun 1960, mencetuskan Deklarasi Djoeanda. Isinya menyatakan bahwa negara Indonesia dengan perairan pedalamannya merupakan kesatuan wilayah nusantara. Fakta itu kemudian diakui oleh Konvensi Hukum Laut Internasional 1982. Merujuk penelitian Santos, pada masa puluhan ribu tahun yang lalu wilayah negara Indonesia merupakan suatu benua yang menyatu. Tidak terpecah-pecah dalam puluhan ribu pulau seperti halnya sekarang.

Prof. Aryso Santos menetapkan bahwa pada masa lalu itu Atlantis merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.




Atlantis berasal dari bahasa Sanskrit Atala, yang berarti surga atau menara peninjauan (watch tower), Atalaia (Potugis), Atalaya (Spanyol). Plato menegaskan bahwa wilayah Atlantis pada saat itu merupakan pusat dari peradaban dunia dalam bentuk budaya, kekayaan alam, ilmu/teknologi, dan lain-lainnya. Plato menetapkan bahwa letak Atlantis itu di Samudera Atlantik sekarang. Pada masanya, ia bersikukuh bahwa bumi ini datar dan dikelilingi oleh satu samudera (ocean) secara menyeluruh. Ocean berasal dari kata Sanskrit ashayana yang berarti mengelilingi secara menyeluruh. Pendapat itu kemudian ditentang oleh ahli-ahli di kemudian hari seperti Copernicus, Galilei-Galileo, Einstein, dan Stephen Hawking.

Prof. Aryso Santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. ilmuwan Brazil it berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair dan mengalir ke samudera sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai benua. Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh gunung-gunung yang meletus kemudian secara beruntun dan menimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat. Santos menamakannya Heinrich Events.

Dalam usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada sejarah dunia, tampak Plato telah melakukan dua kekhilafan, pertama mengenai bentuk/posisi bumi yang katanya datar. Kedua, mengenai letak benua Atlantis yang katanya berada di Samudera Atlantik yang ditentang oleh Santos. Penelitian militer Amerika Serikat di wilayah Atlantik terbukti tidak berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu. Oleh karena itu tidaklah semena-mena ada peribahasa yang berkata, “Amicus Plato, sed magis amica veritas.” Artinya,”Saya senang kepada Plato tetapi saya lebih senang kepada kebenaran.” Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Plato dan Santos sependapat. Yakni : 1. Lokasi benua yang tenggelam itu adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik Indonesia.  2. Jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani. Sebagian dari gunung itu telah atau sedang aktif kembali.

3.  Semburan lumpur akibat letusan gunung berapi yang abunya tercampur air laut menjadi lumpur. Endapan lumpur di laut ini kemudian meresap ke dalam tanah di daratan. Lumpur panas ini tercampur dengan gas-gas alam yang merupakan impossible barrier of mud (hambatan lumpur yang tidak bisa dilalui), atau in navigable (tidak dapat dilalui), tidak bisa ditembus atau dimasuki. Dalam kasus di Sidoarjo, pernah dilakukan remote sensing, penginderaan jauh, yang menunjukkan adanya sistim kanalisasi di wilayah tersebut. Ada kemungkinan kanalisasi itu bekas penyaluran semburan lumpur panas dari masa yang lampau.



Benua Atlantis & Peradaban Awal Umat Manusia



Para peneliti AS menyatakan bahwa Atlantis is Indonesia. Hingga kini cerita tentang benua yang hilang ‘Atlantis’ masih terselimuti kabut misteri.
Sebagian orang menganggap Atlantis cuma dongeng belaka, meski tak kurang 5.000 buku soal Atlantis telah ditulis oleh para pakar.
Bagi para arkeolog atau oceanografer modern, Atlantis tetap merupakan objek menarik terutama soal teka-teki dimana sebetulnya lokasi sang benua. Banyak ilmuwan menyebut benua Atlantis terletak di Samudera Atlantik.
Sebagian arkeolog Amerika Serikat (AS) bahkan meyakini benua Atlantis dulunya adalah sebuah pulau besar bernama Sunda Land, suatu wilayah yang kini ditempati Sumatra, Jawa dan Kalimantan. Sekitar 11,600 tahun silam, benua itu tenggelam diterjang banjir besar seiring berakhirnya zaman ais
“Para peneliti AS ini menyatakan bahwa Atlantis is Indonesia,” kata Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof Umar Anggara Jenny, Jumat(17/6), di sela-sela rencana gelaran ‘International Symposium on The Dispersal of Austronesian and the Ethnogeneses of the People in Indonesia Archipelago, 28-30 Juni 2005.
Kata Umar, dalam dua dekade terakhir memang diperoleh banyak temuan penting soal penyebaran dan asal usul manusia. Salah satu temuan penting ini adalah hipotesa adanya sebuah pulau besar sekali di Laut Cina Selatan yang tenggelam setelah zaman ais.
Hipotesis itu, kata Umar, berdasarkan pada kajian ilmiah seiring makin mutakhirnya pengetahuan tentang arkeologimolekuler. Tema ini, lanjutnya, bahkan akan menjadi salah satu hal yang diangkat dalam simposium internasional di Solo, 28-30 Juni.
Menurut Umar, salah satu pulau penting yang tersisa dari benua Atlantis - jika memang benar – adalah Pulau Natuna, Riau. Berdasarkan kajian biomolekuler, penduduk asli Natuna diketahui memiliki gen yang mirip dengan bangsa Austronesia tertua.
Bangsa Austronesia diyakini memiliki tingkat kebudayaan tinggi, seperti bayangan tentang bangsa Atlantis yang disebut-sebut dalam mitos Plato.Ketika zaman es berakhir, yang ditandai tenggelamnya ‘benua Atlantis’, bangsa Austronesia menyebar ke berbagai penjuru.
Mereka lalu menciptakan keragaman budaya dan bahasa pada masyarakat lokal yang disinggahinya dalam tempo cepat yakni pada 3.500 sampai 5.000 tahun lampau. Kini rumpun Austronesia menempati separuh muka bumi.
Ketua Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI), Harry Truman Simanjuntak, mengakui memang ada pendapat dari sebagian pakar yang menyatakan bahwa benua Atlantis terletak di Indonesia. Namun hal itu masih debatable.
Yang jelas, terang Harry, memang benar ada sebuah daratan besar yang dahulukala bernama Sunda Land. Luas daratan itu kira-kira dua kali negara India.
“Benar, daratan itu hilang. Dan kini tinggal Sumatra, Jawa atau Kalimantan,” terang Harry. Menurut dia, sah-sah saja para ilmuwan mengatakan bahwa wilayah yang tenggelam itu adalah benua Atlantis yang hilang, meski itu masih menjadi perdebatan.
Dominasi Austronesia Menurut Umar Anggara Jenny, Austronesia sebagai rumpun bahasa merupakan sebuah fenomena besar dalam sejarah manusia. Rumpun ini memiliki sebaran yang paling luas, mencakup lebih dari 1.200 bahasa yang tersebar dari Madagaskar di barat hingga Pulau Paskah di Timur. Bahasa tersebut kini dituturkan oleh lebih dari 300 juta orang.
“Pertanyaannya dari mana asal-usul mereka? Mengapa sebarannya begitu meluas dan cepat yakni dalam 3500-5000 tahun yang lalu. Bagaimana cara adaptasinya sehingga memiliki keragaman budaya yang tinggi,” tutur Umar.

Salah satu teori, menurut Harry Truman, mengatakan penutur bahasa Austronesia berasal dari Sunda Land yang tenggelam di akhir zaman es.Populasi yang sudah maju, proto-Austronesia, menyebar hingga ke Asia daratan hingga ke Mesopotamia, mempengaruhi penduduk lokal dan mengembangkan peradaban. “Tapi ini masih diperdebatan.

Indonesia adalah wilayah ahli waris Atlantis, tentu harus membuat kita bersyukur. Membuat kita tidak rendah diri di dalam pergaulan internasional, sebab Atlantis pada masanya ialah pusat peradaban dunia.









http://www.atlan.org/articles/egyptian_temple1/

http://www.atlan.org/articles/old_world.html