Minggu, 06 November 2011

Mujaddid Abad Ini Al Musnid Al Habib Umar Bin Hafidh


http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=27885&catid=9

From : muhammad zainuddin
Hamba mohon petunjuk dari habibana '..
1, Apakah sekarang surga & neraka sudah ada isinya ? kalau ada apakah itu termasuk ummat rasul saw ?

2. Manakah yang harus didahulukan : iman / islam ? bagaimana dengan istilah islam keturunan (karena orang tuanya islam) ?

3. Apakah ada ulama di indonesia yang mencapai derajad al hafidz ?

4. Mohon arahannya habibana : sebelumnya hamba dawam mengamalkan khulashotul maddad nabawi, karena hamba membaca tulisan habibana untuk memperbanyak membaca al-qur'an maka saya jarang mengamalkan wirid tersebut dan berganti mendawamkan membaca al-qur'an , bagaimana sebaiknya ?

JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR BIN FUAD AL MUSAWA

2012/03/11 20:10

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
selamat datang di web para pecinta Rasul saw, kita bersaudara dalam kemuliaan

1. Betul saudaraku, sorga sudah ada isinya yaitu Nabi Idris as, tapi neraka tidak ada kabar yg kuat memastikannya, dan nabi Idris As bukan ummat Muhammad saw namun beliau dibawah panji Nabi Muhammad saw

2. Iman lebih dulu dari islam, karena seorang kafir mestilah ia beriman dengan ajaran islam baru ia masuk islam, ada yg beriman namun belum mau masuk islam.

Mereka yg islam keturunan tidak perlu syahadat masuk islam lagi, ia hanya mempelajari dan memperdalam islam.

3. Kini tiada lagi di dunia yg mencapai derajat Al Hafidh, kecuali 1-2 orang saja., karena hadits yg ada masa kini jika dikumpulkan berkisar 80 ribu hadits, maka tidak mencapai 100 ribu hadits sebagaimana syarat seorang Al Hafidh.

Kecuali mereka yg menyimpan banyak sanad, (almusnid) ada yg mencapai derajat Al Hafidh bahkan Hujjatul Islam, namun saya pernah menyebutnya (anda insya Allah tahu siapa yg di maksud), namun yg bersangkutan melarang menyebut gelar alhafidh bagi beliau karena malu, sebab di indonesia alhafidh terakhir adalah alhabib salim bin Jindan rahimahullah, dan alhabib Abdullah bin Abdul Qadir Balfaqih, setelah kemangkatan mereka tak ada lagi alhafidh di indonesia

4. Saran saya anda melakukannya bertahap, sekarang bacalah alqur'an berkesinambungan hingga beberapa bulan, setelah anda terbiasa, maka waktunya dipindahkan, dan waktu pertama diisi madad nabawi, namun madad nabawi dinomor duakan, ia penting, bahkan sangat penting untuk keselamatan anda dalam dunia ini dan akhirat, namun ada yg lebih penting didawamkan yaitu Alqur'an

Jika anda berhasil mengamalkan keduanya, mahkota keberhasilan yg bercahaya rabbaniy berpijar pada hari hari anda.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita, dan jangan Lupa membaca Aqur'an, jangan lewatkan seharipun tanpa membaca Alqur'an jadikan bacaan yg paling anda senangi, berkata Imam Ahmad bin Hanbal, Cinta Allah besar pada pecinta Alqur'an, dengan memahamainya atau tidak dg memahaminya.

Wallahu a'lam


http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid&func=view&catid=9&id=12254&lang=id#12254

From : Sandra bin Oemar

Bib saya mau tanya tentang Syeikh Nasarudin Al Bani, soalnya dia banyak mensyarah kitab2 ulama salaf seperti Imam Nawawi Ibnu Hajar,dan sekarang banyak beredar, tapi isinya menjelek2an ulama tersebut,salah satunya Ridayatus Shalihin Imam Nawawi, dia bilang di kitab itu banyak mengandug hadis dha'if. Bagi kami yang awam sangat binggung dan banyak teman kami yang telah membelinya.
Mohon habib menjelaskan siapa dia,benarkah dia Muhaddits..!!!!

Wasalammualaikum Wr.Wb

Sandra Oemar

JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR BIN FUAD AL MUSAWA


2008/02/28 03:33

 
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Kebahagiaan dan Cahaya Kelembutan Nya swt semoga selalu menaungi hari hari anda dan keluarga,

Saudaraku yg kumuliakan,
Beliau itu bukan Muhaddits, karena Muhaddits adalah orang yg mengumpulkan hadits dan menerima hadits dari para peiwayat hadits, albani tidak hidup di masa itu, ia hanya menukil nukin dari sisa buku buku hadits yg ada masa kini, kita bisa lihat Imam Ahmad bin Hanbal yg hafal 1.000.000 hadits (1 juta hadits), berikut sanad dan hukum matannya, hingga digelari Huffadhudduniya (salah seorang yg paling banyak hafalan haditsnya di dunia), (rujuk Tadzkiratul Huffadh dan siyar a'lamunnubala) dan beliau tak sempat menulis semua hadits itu, beliua hanya sempat menulis sekitar 20.000 hadits saja, maka 980.000 hadits lainnya sirna ditelan zaman,

Imam Bukhari hafal 600.000 hadits berikut sanad dan hukum matannya dimasa mudanya, namun beliau hanya sempat menulis sekitar 7.000 hadits saja pada shahih Bukhari dan beberapa kitab hadits kecil lainnya, dan 593.000 hadits lainnya sirna ditelan zaman, demikian para Muhaddits2 besar lainnya, seperti Imam Nasai, Imam Tirmidziy, Imam Abu Dawud, Imam Muslim, Imam Ibn Majah, Imam Syafii, Imam Malik dan ratusan Muhaddits lainnya.

Muhaddits adalah orang yg berjumpa langsung dg perawi hadits, bukan jumpa dg buku buku, albani hanya jumpa dg sisa sisa buku hadits yg ada masa kini.

Albani bukan pula Hujjatul Islam, yaitu gelar bagi yg telah hafal 300.000 hadits berikut sanad dan hukum matannya, bagaimana ia mau hafal 300.000 hadits, sedangkan masa kini jika semua buku hadits yg tercetak itu dikumpulkan maka hanya mencapai kurang dari 100.000 hadits.
AL Imam Nawawi itu adalah Hujjatul islam, demikian pula Imam Ghazali, dan banyak Imam Imam Lainnya.

Albani bukan pula Al Hafidh, ia tak hafal 100.000 hadits dengan sanad dan hukum matannya, karena ia banyak menusuk fatwa para Muhadditsin, menunjukkkan ketidak fahamannya akan hadits hadits tsb,

Albani bukan pula Al Musnid, yaitu pakar hadits yg menyimpan banyak sanad hadits yg sampai ada sanadnya masa kini, yaitu dari dirinya, dari gurunya, dari gurunya, demikian hingga para Muhadditsin dan Rasul saw, orang yg banyak menyimpan sanad seperti ini digelari Al Musnid, sedangkan Albani tak punya satupun sanad hadits yg muttashil.

Berkata para Muhadditsin, "Tiada ilmu tanpa sanad" maksudnya semua ilmu hadits, fiqih, tauhid, alqur'an, mestilah ada jalur gurunya kepada Rasulullah saw, atau kepada sahabat, atau kepada Tabiin, atau kepada para Imam Imam, maka jika ada seorang mengaku pakar hadits dan berfatwa namun ia tak punya sanad guru, maka fatwanya mardud (tertolak), dan ucapannya dho'if, dan tak bisa dijadikan dalil untuk diikuti, karena sanadnya Maqtu'.

Apa pendapat anda dengan seorang manusia muncul di abad ini lalu menukil nukil sisa sisa hadits yg tidak mencapai 10% dari hadits yg ada dimasa itu, lalu berfatwa ini dhoif, itu dho'if.

Saya sebenarnya tak suka bicara mengenai ini, namun saya memilih mengungkapnya ketimbang hancurnya ummat karena tipuan seorang tong kosong.

Saudaraku yg kumuliakan,
tentunya membaca buku Jarah watta'dil sangat baik demi mempelajari ilmu hadits, namun tentunya tak bisa menjatuhkan fatwa para imam yg keluasan ilmunya melebihi 100 pengarang Jarah watta'dil itu sendiri, kita tidak bisa berfatwa hanya dengan berpedoman buku yg ada, karena itu hanyalah sisa sisa dari 90% hadits yg sudah sirna.

Kita mengatakan/menemukan hadits Imam Syafii dho'if, namun kita tak tahu bisa saja ada 100 hadits shahih yg ada dimasa Imam SYafii akan hal itu, namun masa kini sudah tak teriwayatkan / tak tertuliskan,oleh sebab itu gunanya sanad.

Sanad adalah untaian periwayat atau jalur rantai murid kepada gurunya hingga ujungnya. Misalnya sanad Imam Bukhari, yaitu sebagaimana kita tahu bahwa Imam Bukhari ini dimasa 20 tahun sudah hafal 600.000 hadits, namun beliau hanya sempat menulis sekitar 7.000 hadits, maka kemana sisa hadits itu...?

Tentunya ada pada murid muridnya, walau mungkin tidak hafal kesemuanya namun pastilah jauh lebih banyak dari yg tertulis, nah... setelah Imam Bukhari wafat maka orang orang mencari murid muridnya.., karena pada merekalah ilmu Imam Bukhari trsimpan..

lalu para murid Imam Bukhari ini mulai wafat satu persatu kemudian,. dimana orang mencari ilmu Imam Bukhari..?, tentu pada murid muridnya, bagaimana jika muridnya telah wafat..?. siapa pewarisnya..?, tentu murid dari murid mereka..

Demikianlah hebatnya mereka yg memiliki sanad Imam Bukhari, hingga kini merekalah yg paling tahu tentang siapa dan bagaimana Imam Bukhari, karena mereka memiliki guru yg berguru kepada guru yg bersambung kepada murid Imam Bukhari.

Apa artinya buku buku..?, darimana buku buku itu datang..?, tentunya dari murid murid Imam Bukhari, dimasa lalu, namun apakah mereka mampu menaruh semua ilmu di bukunya..?, tentu tidak, karena dimasa tu buku buku ditulis tangan, dengan kertas yg beberapa puluh tahun sudah ditelan rayap, tak ada percetakan, tak ada fax, foto copy dll..
Buku tidak pernah ada diperjual belikan dimasa itu, karena semuanya hanyalah hasil tulis tangan..

Beda dengan masa kini, semua omongan anda dapat ditulis dan disebarkan keseluruh dunia dg sekejap lewat internet.. maka ilmu itu tersimpan pada Rijalus Sanad, yaitu para pemegang sanad, mereka mempelajari hadits hadits Imam Bukhari kepada gurunya, dan gurunya itu belajar dari gurunya yg mempunyai sanad kepada murid murid Imam Bukhari,

Dan kita mempunyai guru guru yg mempunyai sanad guru kepada Imam Syafii, sanad kepada Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Tirmidzi dan seluruh muhadditsin.

Lalu apa artinya buku buku ini..?, bagaimana cukup dengan melihat buku, dalam ilmu hadits, sanad hadits tidak diterima jika tak jumpa, karena perjumpaan jauh lebih kuat dari surat menyurat atau dengan buku.

Sanad hadits bila berkata aku berjumpa dengan A, dan A dari C, maka sanad ini dhoif, karena A tak jumpa dg B, terlangkahi satu zaman dimana B tak teriwayatkan, maka sanadnya jatuh.

Maka bagaimana dengan 14 abad setelah zamannya Rasul saw ini?, siapa yg dapat kita pegang fatwanya?, sungguh fatwa banyak sekali, madzhab sangat banyak, pendapat simpang siur satu sama lain, maka kita berpegang pada para ulama yg punya sanad kepada para Imam dan Muhaddits, mereka mempunyai guru guru yg sampai sanadnya kepada Rasulullah saw,

Dan buku digunakan sebagai pelengkapnya, orang orang wahabi tak menerima ini karena mereka tak punya sanad, mereka hanya berpedoman buku buku sisa, tanpa tahu tentang kedalam ilmu yg terpendam padanya, misalnya anda membaca satu buku ulama, ia berbicara masalah khusyu, anda menilai : wah, ulama ini ahlul khusyu, dan cuma itu saja bisanya, namun anda tak membaca 90 buku lainnya yg karangan orang itu, padanya tersimpan ilmu fiqih, falaq, hadits, tauhid, tafsir, dll..

Namun jika anda murid ulama itu, anda tahu pasti siapa ulama itu, pendusta atau jujur, shalih atau penipu, nah, demikian manfaat sanad guru.

Saudaraku yg kumuliakan,
Sanad adalah dengan perjumpaan, walau sesaat, mengenai ucapan lewat surat menyurat bisa ijazah sanad, namun sanad juga bisa tersambung antara murid dan guru walau hanya lewat surat, namun mesti ada hubungan antara kedua belah fihak, tak bisa sefihak, misalnya siapa saja mengutip ucapan ulama fulan dari sebuah surat kabar atau internet maka tak bisa dikatakan sanadnya bersambung pd ulama tsb karena ia tak berhubungan dg gurunya itu.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a'lam

 
http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid&func=view&catid=9&id=3434#3434

From : Arul

Assalammualaikum warohmatullohi wabarokattu

Semoga Allah Selalu mencurahkan Cahaya Cinta & Cahaya Ilmu-Nya atas Habib sekeluarga.

Untuk kesempatan kali ini bib, sy ingin bertanya tentang hadits berikut :

“Apabila kamu melihat orang-orang yang ragu dalam agamanya dan ahli bid'ah sesudah aku (Rasulullah Saw) tiada maka tunjukkanlah sikap menjauh (bebas) dari mereka. Perbanyaklah lontaran cerca dan kata tentang mereka dan kasusnya. Dustakanlah mereka agar mereka tidak makin merusak (citra) Islam. Waspadai pula orang-orang yang dikhawatirkan meniru-niru bid'ah mereka. Dengan demikian Allah akan mencatat bagimu pahala dan akan meningkatkan derajat kamu di akhirat. (HR. Ath-Thahawi)”.

Hadits tersebut disampaikan oleh orang yang sangat getol menyuarakan anti maulid, anti tahlil dll pada sebuah milis, sy baru menyadari kenapa mereka sangat keras (terutama di website2 mereka) menentang orang2 yg dianggap sbg ahlul bid'ah (spt orang yg merayakan maulid, tahlil dll), rupanya hadits itulah yg mungkin digunakan alasan buat mereka untuk menghujat atau mencaci maki orang2 yg mereka anggap bid'ah. Bagaimana pendapat habib tentang hadits tersebut?

Mereka juga tidak mau berbeda pendapat karena menurut mereka pendapat merekalah yg paling benar, mereka mengutip pendapat Muhammad Nasruddin Al-Bani tentang "Hadits" "Perbedaan pendapat pada ummatku adalah rahmat." adalah hadits dhoif. Jadi mereka sebisa mungkin untuk memaksa orang menerima pendapat dari mereka dengan alasan mereka mengikuti generasi di zaman rasulullah SAW dan para sahabat. Mereka mengatakan dengan pede bahwa mereka cuma mau umat ini meninggalkan bid’ah sehingga mencapai jaman keemasan sama seperti saat Rasulullah SAW hidup dan bahkan lebih tinggi lagi tingkatannya, sesuai dengan sabda beliau SAW yang menyatakan bahwa “suatu saat nanti akan ada jaman dimana umatku mencapai jaman yang lebih baik lagi dari jaman kita sekarang ini.”

Demikianlah yg ingin saya sampaikan dan sebelumnya saya ucapkan terima kasih yg sebesar-besaranya. Semoga habib dan keluarga senantiasa diberikan perlindungan dan kesehatan oleh Allah SWT.

JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR BIN FUAD AL MUSAWWA

2007/04/16 18:18

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Limpahan kasih sayang dan Rahmat Nya swt semoga selalu tercurah pada hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
Kasihanilah mereka itu, mereka itu dalam kebodohan dan kedangkalan pemahaman dalam hadits dan syariah, kalau anda tanya tentang rukun shalat pun mereka tak tahu, mereka hanya menukil nukil dari buku buku tanpa bimbingan sanad guru yg jelas, sebagaimana dikatakan oleh para ulama : “dalam kebodohan itu terdapat kematian sebelum kematian, dan tubuh mereka telah terkubur dg kebodohannya sebelum terkubur tanah”

Mereka tak tahu bid’ah itu apa dan bagaimana hukum dan syaratnya, dan saya baru ini mendengar Rasul saw bersabda “perbanyaklah lontaran cerca..”, ini hanyalah terjemahan yg diselewengkan, justu mereka itulah yg ahlul bid’ah tanpa mereka sadari,

Mengenai Syeikh Muhammad Nasruddin Al Bani itu ia pun tak sampai ke derajat ALhafidh (hafal 100 ribu hadits dengan sanad dan hukum matannya), dan yg lebih menyedihkan lagi albani ini tak punya sanad guru, sanadnya Maqtu’ (terputus), dan para imam dan muhaddits kita tak mengakui ilmu yg tanpa sanad, “Laa ‘ilm bila sanad”, demikian ucapan imam imam kita, dalam segala apapun yg mereka lakukan mestilah ada sanadnya.

Beda dengan Syeikh Albani, Syeikh Ibn Abdul wahhab, Syeikh Yusuf Qardhawi, Sayyid Muhammad Qutb, Syeikh Muqbil, dan kelompok mereka itu yg kesemuanya tak punya sanad, sanad mereka putus (maqtu’), maka fatwa mereka mardud (tertolak), ucapan mereka batil, karena mereka tak punya sanad, hanya menukil dari buku buku yg masih ada kini yg tak sampai 1% dari jutaan hadits yg ada dimasa para Imam dan Muhaddits, tentunya ilmu tanpa sanad ini tak diakui oleh para muhaddits dan imam imam, karena mereka menjadikan buku sebagai pedoman ilmu, sedangkan syariah tak mengakui fatwa orang yg tak punya sanad

Hadits “ikhtilaf ummaty rahmatan” memang dhoif riwayatnya, namun bukan berarti ikhtilaf ummatnya adalah kerusakan, karena para sahabat telah berikhtilaf pendapat dizaman Nabi saw, dan Rasul saw membenarkan ijtihad kedua belah fihak.
Saudaraku, insya Allah dalam minggu minggu ini saya akan mengeluarkan kitab kecil untuk menjawab masalah maulid, tahlil, tabarruk, ziarah kubur dll.

kita berdoa, berusaha dengan ucapan dan perjuangan agar saudara saudara kita itu kembali pada kebenaran dan keluhuran,

Nah saudaraku, semoga dalam kemuliaan selalu, terimakasih atas doanya,

Wallahu a'lam

 
http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid&func=view&catid=9&id=24085#24085

From : Gusti Fauzan

Assalamu'alaikum Wr Wb..

Habibana yg dimuliakan Allah.
Siapakah Syeikh Bin baz itu?krena org wahabi sering menjadikan fatwa2 dia untuk menjadikan hujjah.
apakah dia hafidh/hujjah/musnid dll…?

Habibana,,memakai imamah itu apakh perlu syarat dan ijazah?

Habibana yg ana cintai sepenuh hati...
Teman2 ana di majlis yg juga 1 skolh punya niatan mnjlng ujian nasional april nanti mngdkn Tabligh dan dzikir akbar srta doa utk klulusan,jadi kami ingin mngundang Habibana untk mmbri tausyiah dan mmmpin dzikirnya,apkh kmi dpt mngundg Habibana,insya allah blan maret?

Habibana,ulama pemersatu umat...
Apkah boleh ana meng-ijazahkan kpd org yg mmnta ijazah kpd ana,,yg mana sblmnya habibana sdh mmbri ijazah kpda ana..

Habibana..
Izinkan ana yg dhoif ni untuk mengakui dan menjadikan Habibana sbgai guru ana,,karena ana merasa tertuntun pada keluhuran stlh bbrapa thun ini mngikuti MR baik lwt tausyiah Habibana maupun pda web ini,dan ana yg bodoh dan penuh dosa ini mngharap agar bisa diakui oleh Habibana diakui sebagai murid.. Beribu2 maaf trlalu lancang..

Salam rindu.
Wassalam

JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR BIN FUAD AL MUSAWWA

2009/09/17 05:23

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Kemuliaan Ramadhan, Kesucian Nuzulul Qur'an, Cahaya Keagungan Lailatul Qadr, dan Ijabah pada hari hari 10 malam terakhir semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
beliau itu mufti arab saudi, saya tidak tahu apakah kini masih hidup atau telah wafat, ia bukan pakar hadits yg mencapai derajat Al Hafidh, atau Muhaddits, apalagi Hujjatul Islam, namun konon memang banyak hafal hadits dan ilmu sanad, namun saya telah menjawab banyak fatwanya sebagaimana buku saya yg bisa anda download di kiri web ini : Jawaban atas pertanyaan akidah.

semua adalah fatwa beliau, dan dari fatwa fatwa itu saya mengetahui bahwa ia dangkal dalam ilmu hadits.

memakai imamah tidak perlu syarat dan ijazah apa apa, karena merupakan sunnah Rasul saw dan boleh diperbuat oleh seluruh pria muslim ummat Nabi saw. namun dg Ijazah afdhal.

kiranya waktunya hari apakah dan jam berapa?, jadwal saya tampaknya padat, namun kalau maret maka bisa dipertimbangkan

sdrku tercinta, anda dapat mengijazahkan semua doa doa dan dzikir yg telah saya ijazahkan kecuali sanad keilmuan, karena sanad keilmuan mestilah berhubungan langsung pada hamba, walau lewat forum ini, yaitu sanad Alqur'an 7 qira;ah, seluruh kitab hadits, dan sanad ilmu syariah.

mengenai sanad doa, dzikir, dan seluruh amal salafusshalih dan sunnah Rasul saw dapat anda Ijazahkan pada orang lain

hamba belum pantas menjadi murid maka bagaimana menjadi guru, namun kita bersaudara dan saling mengisi, anda dapat mengambil dan mempelajari apa yg saya sampaikan, dan secara pribadi anda boleh saja menganggap saya atau siapa saja sebagai guru, namun dari pribadi saya saya merasa tetap bukan guru, hanya hamba pendosa yg berharap pengampunan Allah swt atas dosa dosa ini dari doa anda dan jamaah.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

salam rindu tuk anda sdrku tercinta

 
http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid&func=view&catid=9&id=21293#21293

From : Reza Fauzani

Bismillahirrahmanirrahim.

assalamu'alaikum wr.wb
semoga Allah melimpahi habib dengan rahmat dan kasih sayang-Nya. serta sehat selalu

Bib, saya mau bertanya tentang kebenaran kitab "Ihya Ulumuddin" karangan Abu Hamid Al Ghazali.

menurut sumber yang saya baca, bahwa : Imam Ath Thurtusi telah membongkar kedustaan kitab tersebut dan dia pun memenuhi kitabnya dengan kedustaan yang diatasnamakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

Bahkan menurut Imam At Thurtusi, karya Abu Hamid Al Ghazali ini tak pantas disebut Ihya' Ulumuddin (menghidupkan ilmu-ilmu agama), tetapi lebih pantas disebut dengan Imatatu Ulumuddin (mematikan ilmu ilmu agama).

Mohon penjelasannya Bib, saya ingin tahu kebenarannya.
sebelumnya terima kasih

wassalam.

JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR BIN FUAD AL MUSAWWA

2009/03/20 03:09

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Kesejukan kasih sayang Nya semoga selalu menerangi hari hari anda dg kebahagiaan,

Saudaraku yg kumuliakan,
tampaknya Imam Atturtusiy yg dimaksud itu, bukan Imam Atturtusiy yg masyhur, karena Imam Atturtusiy itu adalah tabi'in, dan ada Atturtusiy lain yg dikatakan dhoif dan munkar, dan adalagi Atturtusiy lainnya lagi, maka tolong nama lengkapnya..?

sedangkan Imam Ghazali (Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Al Ghazali Atthusiy) adalah seorang Hujjatul Islam, yaitu telah mencapai hafal 300.000 hadits berikut sanad dan hukum matannya, maka perlu dipertimbangkan jika ada orang yg mengingkari buku beliau, apakah pengingkar itu sampai ke derajat beliau atau diatas beliau dalam ilmu hadits?, atau hanya para penukil saja.

perlu diketahui Imam Ghazali hidup pd 1058-1111 Masehi / 478-505 H.

kalau yg disebut adalah Imam Atturtusiy yg Muhaddits, ia hidup pada abad kedua Hijriyah, bagaimana ia menaggapi Ihya ulumuddin yg baru ada pada abad ke 5 hijriyah..?

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a'lam

 
http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid&func=view&catid=9&id=27708#27708

From : Aba Mazaya

ass wr wb.. habib yg saya muliakan, ada sebuah kritikan termasuk guru agama waktu sekolah dulu, ketika saya menukil sebuah hadis dari kitab bidayah nya imam ghozali, mereka mengatakan tidak shohih karena tidak ada sanad perowinya, unt itu adakah pencerahan dari habib mengenai masalah itu, dan adakah sanad imam ghozali kepada imam kutubus sittah.. demikian habib, maaf dan terima kasih.. wass wr wb

JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR BIN FUAD AL MUSAWWA

2012/02/15 02:05

aikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
guru agama itu kasihan, karena ia tak tahu siapa imam ghazali, Imam Ghazali adalah hujjatul islam, telah melampaui hafalan 300 ribu hadits berikut sanad dan hukum matannya, kitabnya dijadikan rujukan oleh ribuan para ulama, ratusan para hujjatul islam, bahkan Imam Imam besar dari kalangan khalaf yg sudah mencapai derajat hujjatul islampun masih merujuk pada kitabnya,

mengenai tak menyebutkan rawi, itu karena si guru agama itu tak membaca tulisan imam ghazali yg membahas masalah hadits, maka imam ghazali tak menyebutkan perawinya,

dan karena kita sudah terlalu awam, kita sudah terlalu bodoh dalam ilmu hadits, maka kita tak tahu mana hadits yg shahih dan mana yg bukan, namun itu bisa kita ketahui dg siapa penulis kitab itu.

contohnya begini saudaraku, kita masa kini mengenal dan sudah masyhur, shalat fardhu dalam sehari adalah lima waktu, namun ada didaerah pedalaman yg sangat terpencil yg saya pernah kunjung kesana, mereka sdh tidak lagi mengenal shalat ada lima waktu, mereka hanya tahu orang kristen ibadahnya hari minggu, orang islam ibadahnya hari jumat,

ketika kita jelaskan kita muslim punya shalat 5 X sehari, mereka menganggap kita awalnya adalah pembawa ajaran sesat, kenapa?, karena jauhnya jangkauan ulama ketempat itu.

inilah contohnya, seperti saya berkata pada anda : sebagaimana Allah swt berfirman, agar kita berdoa : Tunjukkanlah kami kejalan yg benar dan lurus....

saya tak perlu menyebut bahwa ayat itu ada dalam surat alfatihah ayat 6, karena anda sudah tahu itu ada di surat fatihah ayat 6.

namun naudzubillah, mungkin ratusan tahun lagi tak mustahil jika kita tak benahi immat, maka fatihah tak lagi dihafal, maka saat anda mengatakan itu firman Allah, anda didustakan, dengan ucapan : anda tak menyebut itu surat mana dan ayat berapa...

kita hidup asekitar 1000 tahun setelah imam ghazali, jika imam ghazali itu tahu kitabnya akan dibaca sampai 1000 tahun oleh orang awam yg buta hadits bahkan rukun shalat pun belum tentu hafal, maka ia akan menyebut sanad dan rawi dg rapi.

namun ia hidup dimasa keemasan para hujjatul islam, maka ia merasa tak perlu menyebut rawi lagi karena semua sudah tahu hukum riwyat hadits yg diucapkannya shahih

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

 
http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid&func=view&catid=9&id=3507#3507

From : Hamba Allah

minta maaf, sebelumnya..
Saya pernah membaca dari sebuah artikel tentang hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan tentang Mujaddid,
bagaimanakah menurut Habib tentang Mujaddid itu...?

Siapakah Mujaddid saat ini..?

JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR BIN FUAD AL MUSAWWA


2007/04/06 16:58



Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Limpahan Rahmat dan kelembutan Nya swt semoga selalu tercurah pada anda dan keluaraga,

saudaraku yg kumuliakan,
Mujaddid adalah seorang ulama yg membaharui syariah yg muncul setiap 100 tahun sekali, demikian dijelaskan dalam Hadits Rasul saw diriwayatkan pada Mustadrak ala shaihain hadits no.8592 dan riwayat lainnya.

Bila anda bertanya mujaddid saat ini siapa, maka saya lebih cenderung pada guru mulia kita Al Allamah Alhabib Umar bin hafidh, karena beliau memperbaharui lagi dan menghidupkan sunnah rasul saw, menghidupkan barat dan timur dg jutaan pecinta rasulullah saw yg terus digiring kepada sunnah beliau saw, dan beliau seorang Arif billah, hafal lebih dari 100.000 hadits, juga seorang yg dalam ilmu syariahnya, beliau pula seorang Mufassir Alqur'an, dan ribuan ulama dunia yg mengakui beliau sebagai guru, dan akhlak Nabi saw muncul dalam budi pekerti beliau, seluruh gerak geriknya sesuai dg sunnah, dan ribuan muridnya dari amerika serikat, inggris, afrika, dll, demikian para cendekiawan dunia semacam Prof. Noah dari amerika serikat yg kini berdomisili di Jordan, syeikh Hisyam dan banyak lagi yg mengakui beliau sebagai guru..

Namun barangkali masing masing orang punya pendapat, nah saudaraku, semoga dalam kebahagiaan selalu,

wallahu a'lam

 
http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid&func=view&catid=9&id=25226#25226


2010/04/06 06:31

Mujaddid masa kini Al Musnid Al Allamah Alhabib Umar bin Hafidh, demikian setahu saya, walau banyak pendapat yg berbeda. namun hal itu sudah jelas terlihat, belum ada satu gurupun di dunia yg menjadikan syarat menerima muridnya dg hafal 2000 hadits dengan sanadnya dan hafal Alquran, beliau mencapai derajat Al Hafidh, namun beliau tak mau itu disebut sebut di baliho, karena mungkin tidak ada lagi di dunia yg mencapai hafalan hadits sebanyak itu.
banyak ucapan beliau yg mengisyaratkan bahwa beliau adalah Mujaddid, namun saya tak mau berpanjang lebar dalam hal ini, karena akan menimbulkan pro kontra.





 


2009/01/24 20:08

Saudaraku yg kumuliakan,
Banyak ikhtilaf akan nama nama mereka, namun yg jelas disepakati adalah Imam Ghazali, Imam Nawawi, Imam Syafii, dan banyak Imam imam lainnya, dan sebagian berpendapat tidak mesti bedanya 100 tahun, yaitu 100 tahun taqribiyah, (kira kira), bisa 80 tahun sudah muncul mujaddid baru, atau seratus tahun lebih baru muncul mujaddid lagi.

Sebagian ulama dunia mengakui Mujaddid saat ini adalah Guru Mulia kita Al Imam Al Arifbillah Al Musnid Al Hafidh Al Mufassir Al-Habib Umar bin Muhammad bin Hafidh , karena mujaddid adalah Ulama besar yg mengungguli hampir seluruh ulama dimasanya, dan ia diberi kelebihan oleh Allah untuk membangkitkan ummat kembali dari tidurnya, dan membuat muslimin ghaflah banyak yg berubah arah yaitu kembali pada kebenaran, kembali pada ALqur;an dan sunnah, kembali pada Alhaqq, kembali pada sanad, kesucian, taubat, jujur, membenahi diri, keluarga dll, dan murid murid sang mujaddid pun membuat ledakan pembenahan pula pada wilayahnya masing masing di belahan bumi.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a'lam

 
http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid&func=view&catid=9&id=22128#22128

2009/06/06 05:01

Saudaraku yg kumuliakan,
Al Imam Al Arifbillah Al Musnid Al Hafidh Al Mufassir Al-Habib Umar bin Muhammad bin Hafidh beliau di usia sebelum 20 tahun sudah hafal 20.000 hadits, dan meneruskan hingga sekesai ke 100.000 hadits, namun saat kunjungan beliau kemarin, beliau menegur saya untuk tidak menyebutkan gelar Alhafidh pada nama beliau, demikian rendah dirinya Guru Mulia kita ini, tidak suka gelarnya disebut, padahal kini untuk masuk pesantren beliau di Darulmustafa syaratnya mestilah hafal Alqur'an dan dua ribu hadits berikut sanadnya.

 

http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid&func=view&catid=7&id=14980#14980

2008/06/04 22:03

saudaraku yg kumuliakan,
Mengenai mujaddid, mestilah seorang ulama besar, sangat mendalami syariah dari semua madzhab, mesti pula pakar hadits, yg setidaknya mencapai derajat Alhafidh, yaitu hafal lebih dari 100.000 hadits dengan sanad dan hukum matannya, dan mujaddid mesti mendalami belasan tafsir hingga ia mengerti asbabunnuzul Alqur'an dan hadits hadits pendukung ayat ayat alqur;an, iapun mesti memahami sirah dari ratusan sumbernya mengenai sejarah Nabi saw, dan banyak lagi kelengkapan yg mesti ada pada seorang mujaddid. wallahu a'lam apakah ketua Darul Arqam telah memenuhi kriteria ini.

Mengai Wali Qutub, hal ini bersifat ghaibiyyah dan tak dijelaskan dalam syariah secara mendalam, maka siapa saja bisa digelari Wali Qutub oleh murid muridnya, namun mengenai benar atau tidaknya wallahu a'lam

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a'lam


http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid&func=view&catid=7&id=9550#9550

From : Abu Afidita

Assalamu'alaikum wr.wb.

Semoga kebahagian dari Allah SWT selalu dilimpahkan kepada Habib, keluarga & Jamaah MR.

Terima kasih sekali atas doa dan perhatian Habib yg selalu sabar menjawab pertanyaan saya... Dan saya mohon maaf, sebenarnya saya sangat menginginkan kalau Habib bisa ke UK. Namun mohon maaf sebesar2nya, karena berbagai kendala kami belum bisa mengundang Habib...

Izinkan saya bertanya melanjutkan masalah Al-Musnid.... 


1. Saya pernah mendapat sebuah hadis musalsal, apakah ini terkait dengan Al-Musnid?


2. Apakah kedudukan hadis Musalsal ini? Mengapa hadis musalsal ini tidak dibukukan...

Terima kasih...


JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR BIN FUAD AL MUSAWA

2007/11/23 08:51  

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Limpahan Rahmat dan Inayah Nya swt semoga selalu menyelimuti hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
1. betul, mereka yg memegang banyak riwayat hadits musalsal itu adalah Musnid,
Umumnya Musnid mendapatkan hadits dg talaqqiy (berjumpa dan mendengar langsung) atau dengan Murasalah (saling berkirim surat), sehingga dari banyaknya hadits yg ada pada mereka maka mereka menjadi marja' (induk) bagi ahli hadits di zamannya,

Musnid sama dengan Muhaddits, cuma Muhaddits lebih luas memahami jalur setiap rantai sanad, seperti hari lahir dan wafatnya, kebiasaannya, guru gurunya, demikian setiap rantai sanad diketahui dengan Jelas oleh Muhaddits siapa mereka.

2. semua musnid mestilah mencatatat silsilah haditsnya, namun kebanyakan belum dicetak dan diperbanyak, namun masih tertulis tangan, karena mungkin kurangnya semangat muslimin untuk memperdalam hal ini

namun masih banyak yg tersebar sebatas fotocopy saja, sebagaimana sanad Guru Mulia saya kepada Kutubussittah, (Tirmidzi, Nasai, Ibn Majah, Abu dawud, Bukhari dan Muslim) juga Imam Ahmad bin Hanbal, sanad kepada Imam Syafii, sanad pada par Muhaddits, beliau memiliki sanadnya, dan mengajar kepada kami dengan sanad tersebut, sampailah sanad itu pada kami,

beliau adalah Musnid, karena banyak sekali menyimpan hadits musalsal dan beliau hafal sanadnya hingga Rasul saw, namun sebagian hadits hadits tersebut telah ada pada Kutubussittah, walaupun ada juga hadits hadits yg tak ada pada kutubussittah, yaitu jalur sanadnya tak tercantum pada buku buku para Muhaddits tsb

ketika saya tanyakan pada beliau, maka jawaban beliau seperti itu, yaitu mereka para Muhaddits tak mampu menulis semua hadits yg mereka ketahui, Imam Ahmad bin Hanbal hafal alf alaf hadits (1 juta hadits), namun beliau hanya mampu menuliskan sekitar 20 ribu hadits, maka sekitar 980 ribu hadits tak tertulis namun dihafal dan tersebar di benak murid muridnya,

Imam Bukhari hafal 600 ribu hadits dan beliau hanya mampu menulis sekitar 7 ribu hadits dalam shahihnya, lalu sekitar 593 ribu hadits terwariskan ke benak murid muridnya,

maka sebenarnya ilmu hadits yg paling tsiqah adalah pada para guru guru yg memegang sanad mereka, karena hadits yg tertulis sangat terbatas.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a'lam


Foto

http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid&func=view&catid=9&id=25151#25151

From : Ulil Albab

1.Tentang surat al an'am ayat 130.Apakah ada rasul dlm golongan jin bib?
2.Habib mengatakan bhw semua tariqah hrs mempunyai sanad kpd Tariqah Alawiyah.Apakah spt tariqah Qadiriyah wa Naqsabandiyah yg pendirinya Syekh Abdul Qadir al Jaelaniy juga mempunyai sanad dr tariqah alawiyah?lalu kalau benar beliau mengambil sanad dari siapa bib dlm tariqah alawiyah?sedangan beliau dr keturunan Imam Hasan,sedangkan tariqah alawiyah dari imam Husain.
3.Apakah ratib al haddad,ratib al athos,wirdul lathif juga di amalkan oleh tariqah selain alawiyah?
4.Apakah tariqah alawiyah mempunyai cabang tariqah?sy dgr ada tariqah Haddadiyah,Athosiyah,Aidrusiyyah,apakah betul?
5.Mengenai paham Asy'ariyah dan Maturidiyah.Apakah benar tariqah kita dlm fiqh bermadzhab syafii lalu dlm tauhid kt ikut madzhab asy'ariyah.Mohon penjelasan bib.
6.Kt hdp 14 abad setelah wafatnya Rasul saw,berarti ada 14 sulthon aulia ya bib?Apakah Imam Ghazali,Syekh Abdul Qadir Al Jaelaniy,Imam Faqih Al Muqoddam,Imam Abdullah Al Haddad adl Sulthon Aulia di zamannya?
7.Surat al a'raf di jadikan dalil larangan dzikir berjamaah dan mengeraskan suara.Mohon di perjelas ya habibana.
8.Dlm madzhab syafii apakah ada ketentuan duduk bersila bib?
Demikian bib,syukron atas bimbingannya.
wassalamu'alaikum wr wb

JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR BIN FUAD AL MUSAWWA

2010/03/30 11:13
 
1. tidak saudaraku, ucapan itu untuk Jin dan manusia, dijelaskan oleh para ulama, diantaranya Imam Ibn Katsir dalam tafsirnya pada ayat ini bahwa Rasul adalah dari golongan manusia, dan dari golongan jin adalah pengikut para Rasul yg membantu para Rasul berdakwah pada golongan Jin, dan imam Ibn Katsir menukil banyak dalil akan hal ini diantaranya dari Ibn Abbas ra dll. dan demikian dijelaskan pada Tafsir Imam Attabari, dan pada Tafsir Ibn Abbas ra diperjelas bahwa Rasul (utusan) yg dimaksud adalah nabi Muhammad saw, dan dari beliau saw ada 9 orang jin yg merupakan utusan (Rasul) dari Nabi Muhammad saw, walau ada pendapat yg mengatakan diantara jin ada yg menjadi Rasul diberi nama yusuf, namun pendapat terkuat adalah semua Rasul adalah dari keturunan Adam as sebagai khalifah dimuka bumi.

2. sanad keguruan tidak mesti bai;at saudaraku, maka Thariqah alawiyah adalah dari Rasul saw, dan tidak diberi nama karena merupakan tuntunan Rasul saw, namun setelah banyak thariqah lain maka barulah diberi nama Thariqah alawiyyah,

kenapa ada thariqah?, karena dimasa itu sebagian muslimin hanya perduli pada syariah saja, maka mesti ada kelompok kelompok dzikir yg hanya mendalami dzikir saja, maka dibuatlah thariqah, sebagai penyeimbang antara keduanya.

lalu muncullah pencetus Thariqah alawiyyah yaitu imam Faqihil Miugaddam yg kembali menyatukan syariah dan haqiqah dalam satu tuntunan sebagaimana dimasa nabi saw.

semacam Imam Abdul Qadir Aljailani dimasanya belum muncul nama thariqah alawiyyah, namun sanad keguruannya bersambung pada Rasul saw, dan ia tak mengajarkan tasawwuf/haqiqah saja, ia sangat mendalam dalam syariah, namun lebih menonjol ilmu syariahnya daripada tasawwufnya. maka semua imam imam itu tentu bersanad guru kepada Rasul saw, yaitu pembawa syariah dan haqiqah.

dimasa Imam Faqihil Muqaddam semakin meluas tasawwuf ditinggalkan, semua ulama sibuk dg syariah saja, maka ia mencetuskan thariqah alawiyyah, yaitu pemaduan kembali syariah dan haqiqah, dan belum ada thariqah seperti ini, yg ada adalah terpisah, syariah berpegangan pada madzhab, dan tasawwuf berpegang pd thariqah,

namun Thariqah alawiyyah memadukannya, bermadzhab syafii, tauhid pd Imam Asy;ariy, dan tasawwuf dari Imam Abu Madyan dan guru guru para Imam Ahlulbait merekadari ayah ayah mereka yg juga merupakan para imam imam besar, yg sanad keguruannya dari anak ke ayah selanjutnya demikian hingga Imam hasan dan husein hingga Sayyidah Fathimah Azzahra dan Imam Ali kw, hingga Rasul saw.

maka thariqah alawiyyah dinamakan induk dari semua thariqah.

3. pencetusnya adalah dari Thariqah alawiyyah, namun jika thariqah lain mengamalkannya maka tak ada larangannya, karena ia merupakan kumpulan dzikir nabi saw yg berhak diamalkan seluruh muslimin

4. tidak saudaraku, thariqah haddadiyah, attasiyyah dll hanya gelar saja, tetap berinduk pd Thariqah alawiyyah, sama seperi keluarga assegaf, alhamid dlsb, tetap berinduk pd nasab Rasul saw. namun hanya gelar saja.

5. betul saudaraku, sebagaimana penjelasan saya diatas

6. tidak saudaraku, Qutbuz zaman tidak mesti 100 tahun memegang jabatannya, bisa hanya sedetik, atau puluhan tahun, maka lebih dari 14. beda dg Mujaddid, yaitu Imam yg membaharui kembali ajaran islam didunia, mereka muncul pada setiap awal abad.

7. maknanya adalah aamun makhsush, yaitu umumnnamun ada pengecualiannya, sebagaimana ada pula ayat lain QS Annur 36, dan banyak lagi, mengenai dalil dali dzikir jamaah sudah saya jelaskan di buku saya kenalilah akidahmu edisi 2 yg baru terbit, anda dapat memesannya di kios nabawiy.

8. sebagian pendapat memakruhkannya, namun pendapat yg kuat bahwa duduk bersila adalah sunnah, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari pada Adabul Mufrad bahwa Rasul saw duduk bersila, juga Ibn Abbas ra, juga Anas bin Malik ra.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a'lam


 
Fathurahman bertanya : Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh,

Limpahan kasih sayang dan kelembutan Nya swt semoga selalu tercurah pada Rasulullah, keluarga dan sahabatnya.

minta maaf, ada kawan saya yang menerangkan bahwa saya, bahwa sebelum Imam mahdi muncul, akan lahirlah fata At Tamimi (putra bani tamim) yang mempersiapkan daulah sebelum kemunculan Imam Mahdi, bagaimana menurut Habib.

minta maaf, terima kasih.

JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR BIN FUAD AL MUSAWWA

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

limpahan kasih sayang dan keberkahan Nya swt semoga selalu tercurah pada anda dan keluarga,

saudaraku yg kumuliakan,
diriwayatkan bahwa seseorang dari bani hasyim akan memimpin dakwah sebelum kebangkitan Imam Mahdiy,diriwayatkan pula ada 30 orang shalih yg mendahului kebangkita Imam Mahdi, dan mengenai pertanyaan anda maka teriwayatkan bahwa Syu'aib soleh Attamimiy (seorang pemuda dari bani tamim) akan muncul pula sebagai pendukung Imam Mahdi (Isya'ah Li asyrathissa'ah, lil 'allaamah Syeikh Muhammad Albarzanjiy hal 190)..

demikian saudaraku yg kumuliakan,

wallahu a'lam

fathurahman bertanya : Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh,

Limpahan kasih sayang dan kelembutan Nya swt semoga selalu tercurah pada Rasulullah, keluarga dan sahabatnya.

minta maaf, bagaimana uraian mengenai hadis-hadis itu? apakah saya boleh tau penjelasanya?

JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR BIN FUAD AL MUSAWWA

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Limpahan kasih sayang Nya swt semoga selalu menaungi hari hari anda,

saudraku yg kumuliakan,
uraian itu adalah penjelasan dari hadits : "Bila kalian melihat bendera hitam muncul dari khurasan, maka datanglah (sambutlah) walau dengan merangkak" (HR Ahmad),

maka keterangannya menjelaskan : "maka muncullah dari khurasan kelompok dan didepannya (salah satu pemukanya) seorang pemuda belia dari Tamim (Bani Tamim), berkulit kuning, berjanggut tidak tebal, namanya syu'aib bin shalih attamiimiy, dan terjadi peperangan antaranya dengan Sufyani dan terjadi peperangan yg hebat di baidha dst...". 
(Isya'ah li asyraatissaa'ah, oleh Al Imam Muhammad Al Barzanji hal 190).

demikian saudaraku yg kumuliakan,

 



http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=28358&catid=9

Guru Mulia salah satu tokoh ulama, namun pengaruhnya dan jamaahnya paling besar, hampir dari seluruh dunia ada murid beliau disana, entah belajar hanya sebulan untuk tabarrukan, atau 40 hari mengikuti sanlat, entah 3 bulan, namun yang betul betul santri pesantren induk beliau, harus hafal alqur'an dan 2000 hadits, sisanya jika belum memenuhi syarat boleh pesantren di belasan cabang pesantren beliau.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,


http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=13746&catid=9

From : Sayid

Bagaimana hukumnya jika saya ingin mengamalkan hadist2 Rasul saw dengan membaca suatu kitab (spt Bidayatul Hidayah, dll), sedangkan saya pernah mendengar kata2 "Barangsiapa berguru pada kitab, maka syaithonlah gurunya", sedangkan jia saya menunggu guru, maka waktu terus berjalan keburu keinginan saya akan menuntut ilmu berkurang

Bagaimana sebaiknya yg harus saya lakukan?

Wassalamu'alaikum

JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR BIN FUAD AL MUSAWA

2008/04/23 12:26

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Rahmat dan kelembutan Allah swt semoga selalu menerbitkan kebahagiaan pd hari hari anda,

saudaraku yg kumuliakan,
bukan demikian, yg dimaksud bahwa setiap muslim layaknya memiliki ayah ruh, demikian istilah mudahnya saja, maksudnya adalah guru pembimbing,

para sahabat radhiyallahu'anhum mereka tidak belajar alqur'an sendiri, mereka belajar dari Rasulullah saw, pun walau mereka tak belajar siang malam dengan nabi saw, tapi mereka ada tempat bertanya jika terbentur masalah.

Demikian seluruh muslimin, mereka mesti mempunyai semacam ayah, yaitu tempat mereka mengadu jika putus asa, tempat mereka bertanya jika terbentur masalah yg tak difahami, tempat mereka minta bimbingan dan fatwa atas masalah yg dihadapi, wujudnya semacam pembimbinglah begitu.

itulah yg dimaksud guru, yaitu semacam ayah, tapi bukan ayah nasab, namun ayah ruh, yaitu ayah yg membimbing pada iman.

Anda boleh membaca buku, namun jika ada yg tak faham anda punya guru untuk bertanya, bisa lewat pertanyaan di web, atau surat, atau sms, tanpa perlu jumpa.

Sebagaimana para sahabat pun banyak yg berdakwah jauh dari Rasul saw dan mereka bertanya dengan surat tanpa berjumpa.

Berbeda dengan sebagian saudara kita masa kini, mereka merasa sudah pintar dan tak perlu guru lagi, cukup baca buku lalu berfatwa, nah.., tentunya syaitan yg akan mengajarinya jika ia menemukan hal yg tak ia fahami.

dan jangan lupa, dalam mencari guru mestilah kita pintar memilih, karena ia akan membimbing anda menuju Allah, jika ia salah maka anda akan salah jalan pula, carilah guru yg ulama Besar, Shalih, Mencintai Sunnah, Memiliki Keluasan ilmu, dan anda sangat percaya padanya bahwa ia bukan Penipu.

Demikianlah perjuangan hidup kita..

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a'lam
 


 








http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=26650&catid=9
From : Ilham Akbari
Kali ini yg ingin hamba tanyakan mengenai Hafalan Hadist Tuanku, apakah ada metoda khusus untuk menghafal Hadist-Hadist ?

Apalagi banyak para Habaib / ulama yg Hafalannya mencapai Ribuan Hadist beserta Sanad & Hukum matannya, dan bagaimana cara menghafalnya yah Tuanku ??

Apakah Hadist tersebut hanya di baca saja kemudian di hafalkan atau seperti di ijazahkan ?

JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR BIN FUAD AL MUSAWA

2012/02/16 01:33

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
jika sudah menghafal alqur'an, akan sangat mudah menghafal hadits, metode yg termudah adalah mencintai Rasul saw, maka mudah menghafal hadits beliau karena diucapkan dan dihafalkan dengan rindu, seperti orang yg menghafal lagu dari artis yg ia sukai, walau ia tak tahu artinya karena berbahasa inggris, mungkin bisa ia hafal 50 bait sehari dan terus ia senandungkan di lidahnya atau dihatinya, tapi kalau ka belum mencintai artis itu, mungkin disuruh hafalkan 5 bait seharipun sulit, walau faham artinya.

Dihafal saja tanpa ijazah sudah sunnah, dengan ijazah afdhal.

Anda bisa bayangkan untuk masuk pesantren Guru Mulia Al Musnid Al Habib Umar Bin Hafidh, mestilah hafal Al Qur'an dan kitab Riyadhus Shalihin Imam Nawawi yg berisi 2000 hadits, barulah ia bisa Pesantren di Darul Mustafa Hadhralmaut, mereka yg baru akan masuk, diberi tempat khusus untuk tidak belajar yg lain selain menghafal alqur'an dan hadits, sebagian besar 6 bulan sudah selesai, padahal sebelumnya mereka ada yg cuma hafal beberapa ayat pendek Juz Amma dan beberapa hadits.