Minggu, 06 November 2011

Bunga Bank Menurut Hukum Islam


http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid&func=view&catid=9&id=17453#17453

From : Mustafa
Assalamu 'alaikum bib..  mohon maaf lahir batin dan mohon doa nya. Ya habibana saya mau nanya bib apa hukumnya kerja di bank,dan bagaimana gajih nya haram apa halal, ya habib,sukran

JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR BIN FUAD AL MUSAWA

2008/08/16 18:57

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda dg kesejahteraan,

Saudaraku yg kumuliakan,
semua pekerjaan berupa riba, penulisnya, dan pengurusnya, terkena dosa riba, maka sebaiknya kita muslimin muslimat menghindari pekerjaan ini, jika terjebak nafkah yg mendesak maka teruslah berusaha dan berdoa untuk mencari pekerjaan lain, dan kemudian segera meninggalkannya, dan memperbanyak istighfar atas keterikatan kita padanya

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a'lam

http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid&func=view&catid=9&id=19476#19476

From : Zainul

assalamualaikum wr wb.
alhamdulillahirobil alamin wasallallohu ala sayydina Muhammadin wa ala alihi wasohbihi wasalam.
ass.. semoga Allah memberikan kesehatan, keselamatan, kesejahteraan, kepada Hb
beserta keluarga.
Hb apakah arisan termasuk riba ?
misal saya menginginkan duit 10 juta saya ikut arisan terus saya dapat nomor pertama.
terus pembayarannya tiap hari 100 ribu selama 110 hari, sehingga arisan yang saya bayar sebesar 11 juta. apakah ini termasuk riba.
nabung di bank?
misal saya menabung di bank konvensional , duit saya setiap bulan mendapat bunga.
apakah duit bunga tersebut termasuk riba ?
Pak Hb ini bukan rahasia umum lagi misal nya ada orang yang menginginkan menjadi polisi / PNS / kerja di pabrik. Tapi masuk kerjanya dengan cara menyuap pegawai di tempat kerja tersebut dengan uang yang banyak misal 40 juta Dll.
Apakah gaji yang diterimanya setelah dia bekerja dengan menyuap halal.
terimakasih atas jawabannya.
wasalamualaikim Wr Wb

JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR BIN FUAD AL MUSAWA

2008/11/27 03:48

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Anugerah dan Cahaya Rahmat Nya semoga selalu menerangi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
arisan bukan riba, ia adalah menabung bersama dan hanya mengambil uangnya sendiri cuma waktu pembagiannya saja yg menggunakan undi, maka hal itu tak bertentangan dg syariah.

mengenai Bank, memang riba, dan bunga bank adalah riba.

mengenai menyogok, maka hal ini kembali pada dua hal,

yg pertama
jika si pelaku terpaksa dan tak bisa mengelak, maka ia tidak terkena dosa, namun dosa pada yg disogok,
misalnya seseorang sangat butuh ktp/pasport/pekerjaan, yg sangat ia butuhkan, sedangkan ia tak bisa mendapatkannya kecuali dg menyogok, maka ia tak dosa, namun dosa pada penerima.

yg kedua
adalah jangan merugikan orang lain, jika merugikan orang lain maka dosa, misalnya sebagaimana pertanyaan anda, maka jika dg menyogok itu ia menjatuhkan orang lain, maka hal itu dosa terkena padanya dan pada penerima sogokan

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a'lam

http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid&func=view&catid=8&id=18496#18496

From : Sulaiman

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Puji serta syukur kehadirat Allaw SWT , shalawat serta salam semoga
tercurah limpah kepada baginda nabi Muhammad SAW , dan salam
hormat saya kepada habib Serta jamaah Majellis Rasulullah, semoga selalu
di berikan kesehatan , amin

Habib Munzir yg saya mulyakan saya mau menanyakan beberapa hal

1 . Apa sih bib riba serta bunga riba itu ,
2 . bagaimana hukumnya keridit rumah dan kredit motor yg sekarang sepertinya makin banyak di minati di kalangan masyarakat , dengan system pembayaran yg beraneka ragam
dan akhir 2 ini saya dengar ada pembayaran dengan sytem bunga yg flat .
3 . bagaimana hukumnya meminjam uang di bank konvensional dan meminjam uang di bank syari'ah ,
4 , trus klw kita berjualan menurut hukum berapa persen mustinya kita mengambil ke'untungan dari barang yg kita jual
5. seperti apa sih bib bentuk dan pelaksanaan keluarga nabawi itu

habib Munzir yg saya mulyakan saya mohon habib dapat meberikan keterangan yg
di iringi oleh ayat serta hadits nya secara mendetail , karena insya Allah file ini akan saya forward ke rekan 2 kerja saya . semoga habib beserta keluarga selalu diberikan kesehatan oleh Allah SWT , amin .

JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR BIN FUAD AL MUSAWA

2007/05/26 16:21

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Rahmat dan Kelembutan Nya swt semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
1. Riba secara bahasa adalah penambahan,
Riba secara syariah adalah transaksi jual beli pada benda tertentu (mata uang, atau emas dan perak, atau makanan, selain itu tak dinamakan riba), yg terdapat penggandaan yg tak menentu (penambahan harga diluar harganya) dalam timbangan syariah disaat transaksi atau bersama penundaan pada salah satu barangnya atau keduanya. (Yaqut Annafiis Alaa Madzhab Ibn Idris Assyafii hal 75)

Bunga riba maksudnya adalah riba.
Firman Nya swt : “Sungguh Allah menghalalkan Jual beli dan mengharamkan Riba” (QS Al Baqarah 275)
2. kesemua kredit hukumnya terkena riba, mengenai system bunga flat saya belum jelas akan hukumnya karena belum menjajakinya dengan seksama, bila anda dapat membantu saya memberi kejelasan tentang “bunga yg flat”, apakah ia sama dengan riba yg umum atau berbeda?

Jual beli dg kredit itu terkena dosa riba, maka semampunya berusahalah untuk menghindarinya, kecuali bila dalam transaksinya tak ada perjanjian bila terlambat harus membayar bunga, atau dalam transaksinya tak disebutkan bunganya, hanya harga saja, maka hal ini tak terkena riba, misalnya :
Zeyd ingin membeli mobil amar, mobil amar seharga 80 juta, namun bila diangsur / dikredit maka amar mau menjual dg harga 100 juta, maka Zeyd berkata pada Amar : Wahai Amar, saya beli mobil anda dengan harga 100 juta dengan angsuran satu tahun”.

Ini tak terkena riba, karena dalam transaksi tak ada ucapan bunga, yg terkena bunga adalah : Zeyd berkata pada amar : Wahai Amar, saya beli mobil anda yg berharga 80 juta dengan angsuran setahun dengan bunganya 20 juta (atau sekian persen), maka totalnya 100 juta”.
Maka ini terkena riba.

Atau bila Zeyd berkata pada amar : Wahai Amar, saya beli mobil anda dengan harga 100 juta dengan angsuran satu tahun dan bila saya terlambat maka saya akan bayar bunganya sekian rupiah setiap harinya” (maka inipun riba).

Yah.. semampunyalah kita menghindari hal ini.

3. Meminjam uang dg pembayarannya disertai bunga merupakan riba.

4. keuntungan boleh berapa saja, bahkan bila mencapai 100% atau lebih pun tak terkena hukum riba

5. keluarga Nabawi adalah keluarga yg mencintai sunnah Nabi saw dan berusaha mengamalkannya semampunya,
Sabda Rasulullah saw : “Barangsiapa yg menghidupkan sunnahku maka ia telah mencintaiku, barangsiapa yg mencintaiku maka ia bersamaku di sorga” Sunan Imam Tirmidzi hadits no.2678)

Saudaraku yg kumuliakan, maafkan saya meringkas jawaban ini, saya masih dalam perjalanan di Denpasar menuju Klungkung, jawaban tuk anda tertunda karena jumat saya di Kualalumpur, Jumat sore tiba di jakarta menghadiri dua majelis lalu sabtu pagi menuju denpasar, menghadiri 3 majelis yg berakhir tengah malam, hari ini (ahad) acara dipadati mulai pagi hingga Isya, dan pk 22.30 WITA saya menuju Jakarta Insya Allah, mohon doa.

Saudaraku, semoga dalam kebahagiaan selalu,

wassalam

From : Al Habbun

Assalamu'alaikum,

Habib Munzir yg saya hormati,

Ada kawan saya yg mendengar dari seorang ahli ekonomi syariah yg mengatakan bahwa jika ada seseorang meminjam sejumlah uang kepada orang lain atau lembaga, kemudian orang yg dipinjami uang tsb meminta uang pengembalian lebih dari jumlah uang yg dpinjam maka selama kedua pihak setuju hukumnya halal.

Apakah ini benar habib? Setau saya transaksi seperti masih riba.. Bisakah habib mengutip dalil yg menjelaskan keharaman transaksi tsb?

Terimakasih atas perhatian & penjelasan habib.
Jelas sudah kebutuhan kita yg sangat perlu terhadap ulama seperti habib Munzir. Jika tidak ulama seperti antum yg selalu mengayomi umat, membela sunnah maka butalah umat ini & tersesat dalam kegelapan serta tenggelam dalam samudera kejahilan

JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR BIN FUAD AL MUSAWA

2008/09/26 12:00

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kemuliaan Ramadhan,kesucian Rahmat, pengampunan, pembebasan dari neraka dan Cahaya Lailatulqadar semoga menerangi hari hari anda,

saudaraku yg kumuliakan,
hal itu tak dibenarkan dalam syariah, sebagaimana sabda Nabi saw : Janganlah kau jual emas dengan emas kecuali sama sama keduanya (tukar tanpa ada salah satu yg lebih), dan jangan pula menjual perak dengan perak, kecuali dg sama sama keduanya" (Shahih Bukhari, Shahih Muslim, dan banyak lagi).

dimasa itu alat tukar adalah emas dan perak, maka Rasul saw telah melarangnya, dan hal itu riba, sebagaimana sabda Rasul saw : "(penjualan) Emas dengan Emas adalah riba, kecuali memberi dan diberi, perak dengan perak adalah riba, kecuali memberi dan diberi" (Shahih Bukhari)

berkata Imam Ibn Hajar Al Asqalaniy dalam Fathul Baari : Jika A memberi emas pada B, lalu B memberi emas pada A, dan berbeda nilai dan beratnya, maka tak apa, yaitu saling memberi.

namun bukan pinjaman dengan perjanjian, tentunya hal itu riba, karena menjual mata uang dengan mata uang yg sama.

beda jika A meminjam misalnya 1 juta pada B, lalu saat mengembalikan, B memberi hadiah tambahan untuk A sebesar 100 ribu, maka hal itu boleh, namun tak ada perjanjian, jika ada perjanjian maka riba.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a'lam

semoga sukses selalu di Perth Australia mas Wahyu, Mangku di denpasar menanyakan antum..

salam rindu

http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid&func=view&catid=8&id=12188&lang=id#12188

From : Azein

assalamu'alaikum ya habibana.semoga Alloh SWT senantiasi melimpahkan kesehatan pada habibana. ada yang mau ana tanyakan
1. Di desa kami ada sebuah bank yang melayani pinjaman dengan cara misalkan saya butuh hp lalu di kasih uangnya oleh fihak bank lalu dibelikan hp kemudian bond pembeliannya ke bank kan lagi dan akad "saya jual hp ini pada saudara dengan harga...(lebih tinggi dari harga hpdi bond".apakah tidak termasuk riba?
2. Saya butuh uang 200rb kemudian minjam emas pd seseorang.yg pnya emas berkata"saya jual emas 1gr ini degan harga 260rb (harga emas 1gr Mislkan 200rb).kemudian saya terima.lalu saya jual emas itu di toko emas.dan hasilnya untuk saya 200rb dan di kemudian hari harus membayar 260 rb. Apa tidak termasuk riba?

terima kasih atas jawabannya

JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR BIN FUAD AL MUSAWA

2008/03/03 03:11

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Kebahagiaan dan Cahaya Kelembutan Nya swt semoga selalu menaungi hari hari anda dan keluarga,

Saudaraku yg kumuliakan,
1. perdagangan dengan angsuran, dengan harga yg lebih tinggi dari tunai, diperbolehkan dalam syariah dan bukan riba,
namun kredit, bisa riba karena ada persentase bunga, jika tak menyebut persentase bunga maka sah dan bukan riba.

barang harga 1 juta jika tunai, 2 juta jika kredit, maka datang pembeli pada akad jual beli : saya beli barang ini dengan kredit, yaitu 2 juta. (maka ini tidak riba, yaitu halal)

jika ia berkata : saya beri barang dg harga 1 juta ini, dengan bunga sekian persen. (ini riba, haram hukumnya karena menyebut persentase bunga dalam akad jual beli.

bentuk lainnya adalah jika ia memenuhi persyaratan diatas, namun jika angsurannya terlambat maka kena bunga, maka perjanjian itu menjadi riba, karena ada bunga jika telat.

2. hal ini diperbolehkan dan bukan riba

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu