Minggu, 06 November 2011

Asuransi Menurut Hukum Islam

http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid&func=view&catid=8&id=1809&lang=id#1809

From : Hendra

Assalamualaikum Ya Habibana ...
Segal puji hanya milih Allah, Tuhan yg bersih dari segala sifat kekurangan dan sempurna dengan segala sifat kesempurnaan-Nya. Semoga sebaik-baik shalawat dan salam senantiasa abadi pada sebaik-baik insan kekasih, Rasulullah SAW dan semoga juga kepada segenap umatnya.

Ayahanda Al Habib Munzir, ana ingin bertanya mengenai hukum asuransi itu. sebagaimana yg kita ketahui, di zaman sekarang ini begitu marak yg namanya asuransi yg hampir-hampir setiap hal yg bersifat duniawi seolah bisa diasuransikan. kebetulan juga ana ada tawaran kerja dari sebuah perusahaan asuransi asing yg cukup besar. kiranya ana mohon penjelasan mengenai hukum asuransi dan pendapat ayahanda apakah ana baik/tidak mengambil tawaran kerja tersebut karena ana takut terjerumus pada pekerjaan pada akhirnya akan menyengsarakan di akhirat...

Demikian ayahanda, kiranya ana memohon maaf atas tulisan ini.
Wassalamualaikum

JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR BIN FUAD AL MUSAWA

2006/11/21 11:39

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Cahaya Keluhuran semoga selalu menerangi anda setiap saat

Saudaraku, adaperbedaan pendapat mengenai Asuransi, namun asuransi syariah adalah halal karena mengumpulkan uang dg dasar tolong menolong.

namun asuransi yg umum, sebagian ulama menjelaskan bahwa hal itu merupakan hal yg diharamkan, sebagaimana Hadits Rasul saw yg diriwayatkan oleh Tirmidzi, Nasa'i dan Ibn Maajah, bahwa Rasul saw melarang perdagangan yg tidak pasti keuntungannya, (Fiqh Islami wa adillatuhu Li wahbah Azzuhaili Juz 5 hal 3415-3429)

sebagaimana asuransi, yg membayar tak dapat dipastikan akan mendapatkannya, dan yg belum memenuhi target dalam pembayaran bisa saja mendapat keuntungan yg berlimpah.

baiknya bagi anda untuk mencari pekerjaan lain yg lebih diridhoi Allah swt, bila telah terlanjur mempunyai kebutuhan mendesak dalam keperluan rumah nafkah dll maka tak perlu terburu buru dan galau, boleh anda bekerja sembari teruslah berusaha mencari pekerjaan lain,

kita sudah banyak terjebak dalam hal yg haram, dalam ucapan dan perkataan, dalam perbuatan, makanan dan lainnya, maka kita harus menghindarinya namun tak akan mampu kita menghindarinya sekaligus..namun janganlah kita sirna dari usaha menyelamatkan diri dari perangkap dosa

dan jangan lupa untuk selalu berdoa meminta pekerjaan yg lebih diridhoi Nya.. hanya Dia Yang Mengampuni, dan Hanya Dia pula yg paling sempurna pertolongannya,

dan keluh kesah hamba terhadap Penciptanya merupakan hubungan Indah yg sangat mulia,

demikian saudaraku yg kumuliakan,

wallahu a'lam

http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid&func=view&catid=9&id=14417#14417

From : Faisal Rinaldi

Assalamu'aklaykum warohmatulloh wabarokatuh...
ya habibana, semoga kesehatan dan kebahagiaan selalu menyertai habibana dalam berda'wah...
ya habib, pada kesempatan kali ini saya ingin bertanya bagaimana hukumnya bila kita mengikuti asuransi jiwa. dengan metode pembayaran bulanan dan dapat diambil setelah beberapa tahun kemudian di hari tua... apakah diperbolehkan dalam syariah? tolong setakan ayat atu pun haditsnya ya bib... bagaimana juga mengenai bunga yang kita dapat dari premi bulanan tersebut?
syuqron... Wasssalamu'alykum warohmatulloh wabarokatuh...
hormat saya,
-Faisal-

JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR BIN FUAD AL MUSAWA

2008/05/11 20:32

alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

cinta dan rindu yg berpadu pada Dzat Allah swt semoga selalu berpijar pada anda dengan cahaya kebahagiaan

saudaraku yg kumuliakan,
ada perbedaan pendapat mengenai Asuransi, namun asuransi syariah adalah halal karena mengumpulkan uang dg dasar tolong menolong.

namun asuransi yg umum, sebagian ulama menjelaskan bahwa hal itu merupakan hal yg diharamkan, sebagaimana Hadits Rasul saw yg diriwayatkan oleh Tirmidzi, Nasa'i dan Ibn Maajah, bahwa Rasul saw melarang perdagangan yg tidak pasti keuntungannya, (Fiqh Islami wa adillatuhu Li wahbah Azzuhaili Juz 5 hal 3415-3429)

sebagaimana asuransi, yg membayar tak dapat dipastikan akan mendapatkannya, dan yg belum memenuhi target dalam pembayaran bisa saja mendapat keuntungan yg berlimpah.

namun ada pendapat bahwa mereka yg membayar asuransi yg berniat turut membantu saudaranya yg terkena musibah maka halal, namun tentunya sebagian besar pembayar asuransi adalah bukan untuk menyelamatkan / membantu saudaranya, namun untuk mendapatkan uang saat musibah, walaupun uangnya belum seberapa, ia akan menuntut hak asuransinya.

mengenai bunga dari simpanan uang kita maka hal itu tak dibenarkan dalam syariah karena tergolong riba

dan hal itu sangat merugikan sebagian lainnya yg tak terkena musibah, demikian sebab pelarangannya,

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a'lam

http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid&func=view&catid=8&id=6457#6457

From : Kukuh Hargianto

Assalamu'alaikum wr wb Habib,

1. Kami ingin menanyakan tentang menutup Asuransi sesuai dengan Hukum Islam, karena menurut beberapa orang, dengan menutup Asuransi (Jiwa, Kesehatan, Pendidikan dan lain-lain) berarti kita tidak percaya kepada Takdir Allah.

2. Demikian pula tentang menanamkan uang pada kegiatan Pasar Modal, bagaimana menurut Hukum Islam ? Halal, Haram atau Boleh ?

Terima kasih sebelumnya

Wassalamu'alaikum wr wb

Kukuh Hargianto

JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR BIN FUAD AL MUSAWA

2007/08/20 15:25

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Cahaya kemuliaan Bulan Rasulullah saw ini semoga selalu menerangi hari hari anda dalam kebahagiaan,

Saudaraku yg kumuliakan,
1. Asuransi tidak ada dimasa Nabi saw, namun ulama saat ini mengharamkan asuransi Karena menguntungkan sefihak dan merugikan fihak lain, mereka yg baru sedikit menaruh dananya bila mereka accident mereka mendapat uang lebih dari uang yg disimpannya, dan mereka yg tak terkena musibah dirugikan karena terus membayar

syariah selalu melarang keuntungan sefihak yg merugikan orang lain, dan asuransi ini bila seseorang mendapat musibah maka ia akan berkeras menuntut haknya walau uangnya tak sampai sejumlah itu,

dan orang yg tak kena musibah akan dipaksa untuk terus membayar,

berbeda dengan asuransi syariah yg didasarkan tolong menolong maka para ulama memperbolehkannya,

2. mengenai pasar modal dan bursa saham sebagian besar ulama kita memperbolehkannya dan menghalalkannya,

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a’lam

From : Kukuh Hargianto

Assalamu'alaikum Wr Wb Habib,

Tentang Investasi di Pasar Modal tersebut banyak yang berpendapat adalah Haram, karena mereka mengibaratkan bahwa sama dengan memasang uang pada Judi, dimana kemudian mereka memperoleh hasil dari memasang uang tersebut (Banyak yang menyamakan antara Investasi di Pasar Modal dengan Judi).

Mohon tanggapannya.

Wassalamu'alaikum Wr Wb

JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR BIN FUAD AL MUSAWA

2007/08/21 23:56

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Rahmat dan kebahagiaan semoga selalu menaungi hari hari anda dan keluarga,

Saudaraku yg kumuliakan,
hal itu tak bisa disamakan dengan judi, karena judi adalah mengandalkan undian, sedangkan pasar modal adalah kita membeli saham perusahaan dan perusahaan itu untung atau rugi adalah bukan dg undian, tapi dg perjuangan dan usah keras, walaupun untung dan ruginya tak bisa dipastikan, justru karena untung dan ruginya itu tak bisa dipastikan maka penanaman modal itu diakui oleh syariah,

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a’lam

From : Kukuh Hargianto

Assalamu'alaikum Wr Wb Habib,

Terima kasih banyak atas jawaban Habib selama ini sehingga dapat memberikan pencerahan bagi kami.

Kebetulan Saya telah menutup Asuransi Jiwa (memasuki tahun ke 7 dari 10 tahun premi) Istri (memasuki tahun 4 dari 10 tahun premi), Asuransi Kesehatan Rawat Inap Saya dan Istri (premi dibayar tiap tahun dan akan hangus jika tidak ada klaim) dan Asuransi Pendidikan & Kesehatan bagi Almarhun Anak kami M. Ghaits R.A. (yang wafat 11/08/07 dalam usia 11 bulan 23 hari). Pada saat penutupan Asuransi ini, kami belum memperoleh info tentang adanya Asuransi Syariah.

Jika kami menghentikan pembayaran premi, maka Uang Premi kami selama ini akan hangus. Apa yang harus kami lakukan tentang ini Habib.

Untuk selanjutnya kami akan mencoba menggunakan Asuransi Syariah.

Terima kasih sebelumnya.

Wassalamu'alaikum Wr Wb.

JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR BIN FUAD AL MUSAWA

2007/08/22 15:36

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Rahmat dan kebahagiaan semoga selalu menaungi hari hari anda dan keluarga,

Saudaraku yg kumuliakan,
tak apa anda mengambilnya dan perbanyaklah shadaqah demi meruntuhkan dan menyucikan harta kita,

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,





http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=28142&catid=9
From : Raka Riandhi
Assalamuaikum Warahmatuallahi Wabarakatuh
Habib, sudah hampir 1 tahun saya lulus kuliah, akan tetapi saya blm juga mendapat pekerjaan. saya pun berusaha menghindari bekerja di perusahaan asuransi dan bank konvensional, saya takut yang berhubungan dng riba. saya sangat bingung Bib karena sudah terlalu lama menganggur. Saya mohon petunjuk, nasehat dan doa dari Habib

saya mohon ijazah semua doa dan dzikir yang Habib ajarkan di website ini.

sebelumnya mohon maaf karena telah menyita waktu Habib dengan pertanyaan saya ini. mohon maaf apabila kata2 saya yang kurang baik.

Wassalamualaikum Warahmatuallahi Wabarakatuh

JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR BIN FUAD AL MUSAWA

2013/07/11 21:01

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Tentunya pekerjaan ini berkaitan langsung dengan hal yg tak dibenarkan dalam islam, maka solusi kita adalah menghindarinya semampunya, jika kita terjebak kebutuhan maka teruslah bekerja namun terus berusaha mencari pekerjaan lain yg lebih baik,

jauh berbeda antara orang yg tenang tenang menikmati pekerjaan yg padanya banyak hal yg diingkari syariah, jauh beda dimata Allah dg orang yg terjebak dan berusaha menyelamatkan diri walau blm berhasil, maka Allah swt akan memberikan bantuan dan maaf Nya swt.

dan disarankan mereka untuk memperbanyak sedekah dan amal shalih demi mengharapkan Rahmat Allah swt, sambil terus berusaha mencari usaha lainnya walau ia masih terus bekerja di Bank konvensional tsb.

namun usahanya utk mencari pekerjaan lain itu dapat dijadikan hujjah yg menolongnya saat dihadapan Allah swt kelak.

namun sebagian besar para karyawan bank konvensional tak terlalu perduli akan hal ini, namun kita tentunya membangkitkan iman mereka, jika iman mereka bangkit maka mereka akan lebih mawas diri,

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

dan jangan Lupa membaca Alqur'an, usahakan semampunya jangan lewatkan seharipun tanpa membaca Alqur'an jadikan bacaan yg paling anda senangi, berkata Imam Ahmad bin Hanbal, Cinta Allah besar pada pecinta Alqur'an, dengan memahamainya atau tidak dg memahaminya.

Wallahu a'lam.